Langsung ke konten utama

Postingan

Berkarya secara Tulus

Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. (Mrk. 3:10) Renungan: Kita sering mendengar yang namanya dukun. Mereka biasanya memiliki kemampuan supranatural. Sehingga, mereka bisa memprediksi dan menyembuhkan orang yang terkena penyakit aneh dan sulit disembuhkan. Namun, sayang sebagian kecil dari mereka memiliki motivasi hanya untuk mencari keuntungan. Tidak jarang dari mereka ditinggalkan oleh para pasiennya. Tidak halnya dengan Yesus. Yesus hari ini di dalam Injil didatangi oleh begitu banyak orang. Mereka telah mendengar apa yang dilakukan-Nya kepada orang-orang yang sakit. Bahkan di antara mereka percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah-Nya saja, maka mereka yang sakit akan sembuh. Orang-orang yang telah disembuhkan bukan diminta untuk mempromosikan-Nya melainkan justru dilarang untuk memberitahukannya kepada orang lain. Belajar dari apa yang dilakukan oleh Yesus bagi banyak orang, kita pun dituntut untu...

Dampak Iri Hati

Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. (Mrk. 3:4) Renungan: Apa yang kita lakukan terhadap orang yang kita iri? Terkadang, kita melebih-lebihkan apa yang dibicarakan di hadapannya. Atau juga kita mencoba untuk mengatakan kepada teman-teman bahwa kita yang lebih baik dari dirinya. Terkadang kita juga memaksa keinginan kita untuk melakukan hal-hal yang teman kita sukai. Lebih parahnya lagi ialah ketika rasa iri semakin menjadi adalah berkelahi dengan teman. Rasa iri pernah menjangkit dalam diri Kain. Karena iri itu jugalah Kain tega untuk menghabisi Habel. Padahal Allah sudah memberitahukan bahwa dosa sudah mengintip ketika iri itu hadir di dalam diri. Rasa ini jugalah yang ada di dalam diri orang Farisi. Mereka merasa iri bahwa Yesus memiliki jemaat lebih banyak. Mereka juga merasa iri karena Yesus lebih dicintai ketimbang merek...

Membatasi diri dengan Teman yang Nakal?

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Mrk 2:17) Renungan: Semasa kita sekolah, entah itu di SD, SMP atau SMA pasti memiliki seorang teman yang super bandel. Ketika orang tua kita mengetahui bahwa salah seorang dari teman adalah bandel, maka pesannya kemungkinan besar bernada, “awas, jangan bergaul atau berteman dengan dia.” Tujuannya ialah agar kenakalan atau kebandelan anak tersebut tidak menular kepada diri kita. Kenyataannya apakah kenakalan anak itu menular kepada diri kita? Tuhan Yesus hari ini bertemu dengan seorang Lewi bernama Alfeus. Sebagai seorang Lewi, maka Alfeus tidak memiliki hubungan yang baik dengan warga sekitar. Ia dijauhi karena Lewi dianggap sebagai orang berdosa. Lewi atau pemungut cukai dianggap berdosa karena mengambil uang milik orang lain. Orang seperti itu diajak makan bers...

Bunda Maria teladan Kerendahan Hati

Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk. 1:38) Renungan: Apa yang sering kita rasakan ketika kita menerima perintah dari pimpinan di tempat kita bekerja? Terkadang kita menolak karena kita sering beralasan bahwa itu bukanlah pekerjaan kita. Atau bisa juga menerima perintah tersebut tetapi ngedumel. Bisa juga kita menerima dan menjalankannya begitu saja. Atau ada juga yang langsung membantah bahwa itu sudah bukan lagi pekerjaan saya. Bayangkan jika kita pemilik perusahaan memiliki begitu banyak karyawan yang seperti itu, apa jadinya perusahaan kita. Melalui Injil hari ini kita diajak untuk merenungi sikap rendah hati. Apakah kita sudah tahu bagaimana caranya bersikap rendah hati? Itu bisa dipelajari melalui sikap Bunda Maria. Di dalam Injil dinyatakan bahwa Bunda Maria dipilih menjadi perantara kelahiran Juruselamat. Itu disampaikan langsung oleh malaikat Gabriel. Apakah Bunda Mar...

Jangan Pergunakan Ukuran Kita

Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya." (Mat. 11:19) Renungan: Kita seringkali mengukur segala sesuatu dengan menggunakan ukuran kita. Misalnya, seorang anak yang baik itu adalah anak yang tidak pernah melawan atau berdebat dengan orang tuanya. Namun ketika kita bertemu dengan seorang anak yang kita bilang baik, ternyata anak tersebut mengalami luka batin yang sangat hebat. Di mana ia tidak diperkenankan untuk mendalami hobinya. Berbeda ketika kita bertemu dengan seorang anak yang kadang berdebat atau diskusi dengan orang tuanya. Anak cenderung terlihat bahagia karena ia menganggap orang tuanya tidak lebih dari sebagai orang tua dan teman. Hari ini kita diajak oleh Tuhan Yesus mendalami makna dari ukuran. Para Ahli Taurat memiliki ukuran yang dipakai pada jaman Daud, bahwa seorang Mesias adalah ia yang datang sebagai...

Membagikan Kasih tanpa Menyerah

"Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? (Mat. 18:12) Renungan: Kasih sayang adalah rasa yang diperlukan bagi setiap orang. Dengan kasih sayang, kita bisa membantu sesama kita yang membutuhkan. Dengan kasih sayang itu pula kita bisa melampaui batas dari rasa kebencian yang kita miliki. Namun, sayang di dalam perjalanan hidup kita sering mengabaikan kasih sayang itu. Misalnya ketika ada salah seorang anggota keluarga yang mengalami kesulitan, kita cenderung tidak mau memberikan bantuan. Alasannya simple karena nanti ia juga mendapatkan bantuan dari keluarga lainnya. Pandangan seperti itu ditepis oleh pandangan Tuhan Yesus melalui perumpamaan domba yang tersesat itu. Di dalam perumpamaan itu, Tuhan Yesus memberikan pandangan betapa gembiranya Allah ketika mampu menolong domba yang ses...

Belajar semakin Rendah Hati dengan Bunda Maria

Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:38) Renungan: Kita sering mendengar kata rendah hati. Ada yang sudah mengerti. Tetapi ada juga yang belum mengerti. Sampai-sampai mereka bertanya kepada teman-teman yang berada di dekatnya mengenai rendah hati. Berdasarkan artinya, rendah hati itu tidak sombong atau angkuh. Tidak merasa dirinya paling hebat. Atau tidak mengagungkan diri di hadapan orang lain. Di dalam proses penyelamatan umat manusia, kita memiliki teladan kerendahan hati yakni sosok Bunda Maria. Allah pasti sudah memiliki kriteria khusus yang dimiliki-Nya untuk menghadirkan Putera-Nya di dunia. Karakter utama itu ialah kebaikan dan kerendahan hati seorang Maria. Saat berjumpa dengan malaikat, Maria hanya sempat bertanya suatu hal yang tidak mungkin terjadi. Tetapi setelahnya, Ia menerima bahwa jika itu sudah kehendak Allah, maka ia akan menjalanin...