Langsung ke konten utama

Postingan

Mengikuti Yesus sama dengan Mengambil Resiko

Gambar:https://sepositif.com   J awab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. (Mrk 10:29-30)  Renungan: Ketika kita mengikuti seseorang yang berkharismatik dan penuh wibawa, pada umumnya kita berani meninggalkan segalanya. Bahkan pernah ada sekelompok oknum pejabat yang berani meninggalkan kemapanannya hanya untuk mengikuti suatu kelompok. Kelompok tersebut dianggap oleh dirinya sebagai kelompok yang memiliki kharisma. Tetapi ketika diikuti dan bahkan sampai meninggalkan keluarga, ternyata kelompok itu hanya menginginkan materi yang dimilikinya saja. ...

Bahaya Iri Hati dan Egois

Gambar: jawaban.com "J ika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. (Yak 3:14-15) " Renungan: Apa yang terjadi ketika iri melanda diri kita sendiri? Kita merasa seperti menginginkan apa yang dimiliki oleh orang terdekat kita. Kita mungkin juga menginginkan mendapat perlakuan yang sama dengan orang yang kita irikan. Bagaimana dengan egoisme? Egoisme itu memiliki keinginan yang tinggi terhadap keinginan diri sendiri ketimbang keinginan orang lain. Jika pada iri lebih menginginkan dapat perlakuan yang sama tetapi jika pada egoisme lebih kepada ingin kebutuhannya menjadi superioritas di atas kebutuhan bersama. Jika hal ini dimiliki oleh seseorang di dalam kehidupan berkomunitas, maka kemungkinan besar akan memicu keributan. Yakobus dalam tulisannya mengingatkan bahwa iri dan ego...

Apakah Keinginan itu Produktif atau tidak?

"I tulah sebabnya aku meminta, supaya aku melihat kamu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini." (Kis 28:20) Renungan: Banyak kesalahan seseorang menjadi menumpuk dan berubah menjadi dendam karena keinginan diri kita sendiri. Misalnya, ketika ada seseorang yang berbuat salah kepada kita. Kita bukan menegurnya secara empat mata, malah kita memendamnya. Setelah kesalahan itu semakin, semakin dan semakin meningkat maka yang terjadi adalah pelampiasan akan kekesalan. Itu bisa saja perkelahian atau mungkin sampai ke jalur ekstrimnya penghilangan nyawa. Mengapa demikian? Di dalam Kisah Para Rasul hari ini Santo Paulus harus berani menghadapi resiko dalam mewartakan Kerajaan Allah, yakni dijatuhi hukuman mati. Mengapa bisa dijatuhi hukuman mati? Karena masyarakat Yahudi pada saat itu menghendakinya. Meski demikian, Santo Paulus terus mengusahakan untuk tidak dijatuhi hukuman mati. Di sini i...

Rumah Allah itu nampak dalam diri Yesus

P ada waktu itu berkatalah Salomo: "TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya." (1Raj 8:12-13) Renungan: Banyak orang ingin sekali memiliki rumah. Karena dengan memiliki rumah, maka seorang manusia akan terlepas dari gangguan hujan dan panas. Dengan memiliki rumah pun seorang manusia dapat terlindung dari serangan hewan buas atau pun serangga yang bisa mengancam kehidupannya. Apa kaitannya dengan kutipan hari ini? Bacaan hari ini kita melihat bagaimana keinginan Salomo untuk mendirikan rumah kediaman Allah. sementara itu, Tuhan Yesus sedang bekerja dengan menyembuhkan banyak orang. Jika Salomo mendirikan rumah kediaman bagi Allah. Di dalam Perjanjian Baru, rumah itu terwujud di dalam Tuhan Yesus Kristus. Di dalam Dia, Allah hadir, menyapa dan berkarya bagi semua orang. Allah pun tidak dibatasi lagi hanya di dalam bangunan kuil. ...

Keluar dari Rasa mencari Kesunyian dan Kenyamanan

K etika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. (Mrk 6:34) Renungan: Kita terkadang bersikap egois. Ketika kita merasa bahwa sudah sering membantu orang lain berasa letih dan capek. Kemudian setelah itu, ketika ada orang lain yang membutuhkan kita, maka kita perlahan mencari tempat yang “sunyi, sepi dan bisa beristirahat.” Maksudnya ialah kita mencari kenyamanan bagi diri kita sendiri. Yesus dalam Injil hari ini mengajak kita untuk melepaskan diri dari zona nyaman yang selama ini kita anut. Seperti misalnya, karena si Budi sudah terlalu sering dibantu, maka untuk apa dibantu lagi? Tuhan Yesus yang tadinya ingin mencari tempat yang nyaman pun dapat berubah. Ia melihat kerumunan orang itu bagaikan kerumunan domba tanpa gembala. Tidak ada arah yang jelas. Di sini Yesus ...

Berkarya secara Tulus

Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. (Mrk. 3:10) Renungan: Kita sering mendengar yang namanya dukun. Mereka biasanya memiliki kemampuan supranatural. Sehingga, mereka bisa memprediksi dan menyembuhkan orang yang terkena penyakit aneh dan sulit disembuhkan. Namun, sayang sebagian kecil dari mereka memiliki motivasi hanya untuk mencari keuntungan. Tidak jarang dari mereka ditinggalkan oleh para pasiennya. Tidak halnya dengan Yesus. Yesus hari ini di dalam Injil didatangi oleh begitu banyak orang. Mereka telah mendengar apa yang dilakukan-Nya kepada orang-orang yang sakit. Bahkan di antara mereka percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah-Nya saja, maka mereka yang sakit akan sembuh. Orang-orang yang telah disembuhkan bukan diminta untuk mempromosikan-Nya melainkan justru dilarang untuk memberitahukannya kepada orang lain. Belajar dari apa yang dilakukan oleh Yesus bagi banyak orang, kita pun dituntut untu...

Dampak Iri Hati

Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. (Mrk. 3:4) Renungan: Apa yang kita lakukan terhadap orang yang kita iri? Terkadang, kita melebih-lebihkan apa yang dibicarakan di hadapannya. Atau juga kita mencoba untuk mengatakan kepada teman-teman bahwa kita yang lebih baik dari dirinya. Terkadang kita juga memaksa keinginan kita untuk melakukan hal-hal yang teman kita sukai. Lebih parahnya lagi ialah ketika rasa iri semakin menjadi adalah berkelahi dengan teman. Rasa iri pernah menjangkit dalam diri Kain. Karena iri itu jugalah Kain tega untuk menghabisi Habel. Padahal Allah sudah memberitahukan bahwa dosa sudah mengintip ketika iri itu hadir di dalam diri. Rasa ini jugalah yang ada di dalam diri orang Farisi. Mereka merasa iri bahwa Yesus memiliki jemaat lebih banyak. Mereka juga merasa iri karena Yesus lebih dicintai ketimbang merek...