Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meteraiNya." (Yoh 6:26-27)
Banyak sekali dari antara kita yang melakukan pekerjaan dengan mengharapkan upah yang lebih. Lalu, ketika upah itu tidak kunjung tiba, maka yang timbul hanyalah kekecewaan. Kekecewaan itu pun mengganggu kinerja kita. Sehingga, itu membuat kita bekerja dengan setengah kemauan kita.
Hari ini Yesus mengingatkan kepada kita bahwa bekerja bukan untuk makanan yang akan dapat binasa melainkan untuk makanan yanb bertahan sampai hidup yang kekal. Dari pernyataan itu sepertinya Tuhan Yesus hendak mengajak kita ke dalam suatu permenungan yang panjang mengenai pekerjaan yang tengah kita geluti saat ini. Di sana Tuhan Yesus mengajak kita untuk bekerja sesuai kemampuan kita dan sesuai dengan yang terbaik yang kita miliki. Hal itu semata-mata bukan untuk mendapatkan upah melainkan mendapatkan sesuatu yang dapat bertahan untuk hidup yang kekal.
Semoga dengan seruan yang diberikan oleh Tuhan Yesus pada hari ini dapat menggugah hati kita dalam melakukan pekerjaan. Bukan pekerjaan yang semata-mata menghasilkan uang atau makanan. Tetapi melakukan pekerjaan yang berujung pada kemuliaan Allah.
D alam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai ...
Komentar
Posting Komentar