Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meteraiNya." (Yoh 6:26-27)
Banyak sekali dari antara kita yang melakukan pekerjaan dengan mengharapkan upah yang lebih. Lalu, ketika upah itu tidak kunjung tiba, maka yang timbul hanyalah kekecewaan. Kekecewaan itu pun mengganggu kinerja kita. Sehingga, itu membuat kita bekerja dengan setengah kemauan kita.
Hari ini Yesus mengingatkan kepada kita bahwa bekerja bukan untuk makanan yang akan dapat binasa melainkan untuk makanan yanb bertahan sampai hidup yang kekal. Dari pernyataan itu sepertinya Tuhan Yesus hendak mengajak kita ke dalam suatu permenungan yang panjang mengenai pekerjaan yang tengah kita geluti saat ini. Di sana Tuhan Yesus mengajak kita untuk bekerja sesuai kemampuan kita dan sesuai dengan yang terbaik yang kita miliki. Hal itu semata-mata bukan untuk mendapatkan upah melainkan mendapatkan sesuatu yang dapat bertahan untuk hidup yang kekal.
Semoga dengan seruan yang diberikan oleh Tuhan Yesus pada hari ini dapat menggugah hati kita dalam melakukan pekerjaan. Bukan pekerjaan yang semata-mata menghasilkan uang atau makanan. Tetapi melakukan pekerjaan yang berujung pada kemuliaan Allah.
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." (Luk. 17:3-4) Renungan: Kita sering melihat orang tua, kakak atau adik, teman atau sahabat berbuat salah. Tetapi, mereka tidak menganggap bahwa perbuatan itu adalah salah. Lalu, kita yang melihat bahwa perbuatan itu salah hanya diam. Karena kita menganggap bahwa itu urusan dia dengan Tuhan. Mereka pun semakin lama semakin sering berbuat salah dan bahkan ketika ditegur, mereka menjawab lebih galak dan lebih keras dari kita yang menegurnya. Tuhan Yesus hari ini mengingatkan pada kita bahwa jika ada saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia. Mengapa harus ditegur? Karena jika hanya menganggap bahwa itu adalah urusan Tuhan, maka kita membuat kesalahan. Yang pasti dari seluruh kisah Kitab Suci, baik itu Perjanjian Lam...
Komentar
Posting Komentar