Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Matius

Memprioritaskan Kasih di atas Segalanya

Bacaan dari Injil Mat 12:1-8 : Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?   Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karen...

Demi Kepentingan Sendiri atau Kerajaan Allah?

Gambar : unsplash.com M aka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." (Mat 28:10) Renungan: Teman-teman yang terkasih, dalam memberikan kesaksian yang dibutuhkan bagi seseorang atau pun proses pengadilan. Dibutuhkan kesaksian yang sungguh-sungguh berangkat dari kejujuran. Itu mengibaratakan di dalamnya tidak ada kesaksian yang dibuat-buat atau kesaksian yang berangkat dari kebohongan.  Di dalam bacaan Injil hari ini kita diajak untuk melihat dua esensi atau nilai dari kesaksian. Kesaksian yang pertama dilakukan oleh para pengikut Yesus dan yang kedua dilakukan oleh penjaga.  Kesaksian yang pertama dilakukan oleh para pengikut Yesus. Mereka pergi untuk melakukan kesaksian. Di dalam perjumpaan-Nya bersama para murid, Yesus menyatakan, “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudar-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan meliha...

Membiarkan Diri Dibimbing Allah

Gambar : unsplash.com "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." ( Mat 6:1-4) Renungan: Ada tiga hal yang ingin ditekankan oleh Yesus yakni mengenai kewajiban keagamaan, memberi sedekah dan berpuasa. Ketiga hal ini sering dijalankan atau dipraktekkan oleh orang-orang saat itu. Tujuannya ialah pertobatan dan perubahan perilaku baik di dalam kehidupan rohani maupun sosial. Ketiga hal itu ...

Mengosongkan Diri

"I ngatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." ( Mat 6:1-4) Renungan: Ada tiga hal yang ingin ditekankan oleh Yesus yakni mengenai kewajiban keagamaan, memberi sedekah dan berpuasa. Ketiga hal ini sering dijalankan atau dipraktekan oleh orang-orang saat itu. Tujuannya ialah pertobatan dan perubahan perilaku baik di dalam kehidupan rohani maupun social. Ketiga hal itu pada kenyataannya ...

Yang Dibutuhkan ialah Pertobatan

"T anah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,? bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." (Mat 4:15-16) Renungan: Untuk masuk ke dalam sebuah perkumpulan pada umumnya dibutuhkan syarat-syarat utama. Misalnya ketika kita ingin masuk ke dalam perkumpulan mobil. Maka yang dibutuhkan ialah terutama mobil itu sendiri. Syarat kedua ialah surat-surat yang menunjukkan bahwa kita sudah mendapatkan ijin mengemudi. Yang terakhir ialah dapat berkendara sebaik mungkin. Mengapa hal ini dibutuhkan? Karena untuk masuk ke dalam adalah kemampuan di dalamnya juga dapat dikembangkan. Kemampuan itu pun dibutuhkan untuk juga membawa nama baik dari perkumpulan tersebut. Setelah Yesus menerima kabar bahwa Yohanes ditangkap. Yesus menyingkir ke Galilea dan diam di Kapernaum. Di sinilah Yesus memulai pewartaan-Nya mengenai Kerajaan...

Rasa Takut Kehilangan dan Kehendak Allah

"D i manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Mat 2:2) Renungan: Teman-teman sekalian. Berbicara mengenai ketakutan adalah rasa yang dialami oleh semua orang. Baik itu rasa takut pada gambaran yang mengerikan, kegagalan atau kehilangan. Kita akan mengalami ketakutan ketika kita melihat tayangan film horror. Kita pun juga akan merasa takut, ketika kita diajak untuk mewujudkan impian. Kita juga akan memiliki rasa takut akan kehilangan. Entah itu kehilangan orang yang kita cintai, mimpi, uang atau kekuasaan. Hari ini kita melihat bagaimana ketakutannya raja Herodes ketika mendengar bahwa ada seorang raja Yahudi yang baru dilahirkan. Herodes merasa takut kehilangan kekuasaannya. Apalagi ketika ia mendengar bahwa raja orang Yahudi itu lahir di teritorialnya. Oleh sebab itu ia berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan informasi mengenai raja itu. Namun, hal itu tidak diperolehnya karena p...

Bisa Maju dengan Iri Hati?

T idakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? (Mat 20:15) Renungan: Teman-teman yang terkasih. Pada tanggal 16 Agustus 2021, Presiden Indonesia Bp. Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2021 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan. Di dalam pidato kenegaraan itu, Bapak Presiden menyampaikan gambaran situasi dan kondisi serta progress yang telah dilakukan oleh pemerintah selama ini. Pada akhir pidato, Bapak Presiden menyampaikan, “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, yang menjadi semboyan Bulan Kemerdekaan pada tahun ini, hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, hanya bisa dicapai jika kita semua bahu-membahu dan saling bergandeng tangan dalam satu tujuan. Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai ujian yang akan kita hadapi dan kita harus terus tumbuh dalam menggapai cita-...

Cara Mengikuti Perintah Allah

K ata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Mat. 19:21) Renungan: Teman-teman yang terkasih. Menjelang hari kemerdekaan, ada sebuah pertanyaan, “apa arti dari merdeka? Pengertian dari merdeka itu, bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya). Jika kita memahami makna itu, maka merdeka itu adalah lepas dari perhambaan, penjajahan atau hal-hal yang nampaknya justru membawa ketergantungan pada diri. Hari ini Yesus bertanya jawab kepada pemuda kaya. Di dalam Injil itu digambarkan bahwa pemuda tersebut sudah melakukan semua yang dikehendaki Taurat. Namun ternyata pemuda tersebut tersentuh dan sulit menjalankan apa yang dikatakan oleh Yesus. Pemuda tersebut menjadi sedih karena untuk menjual dan meninggalkan hartanya karena jumlahnya yang sangat banyak. Di sinilah letak kesulitan pemuda tersebut. Ia ...

Mengampuni sampai Tiga Kali?

Y esus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. (Mat 18:22-23). Renungan: Teman-teman yang terkasih. Berapa kali kita memberikan batasan kepada setiap orang untuk tidak menyakiti hati kita? Satu, dua atau tiga? Atau mungkin sampai dengan sepuluh? Setelah batasan itu kita berikan, apa yang akan kita lakukan? Berdebat atau berkelahi? Apakah itu cara yang baik? Apakah itu suatu cara yang sungguh-sungguh menyelesaikan suatu permasalahan? Hari ini Yesus mengajarkan kepada kita suatu kualitas dari pengampunan. Pengampunan itu diberikan oleh Allah kepada kita secara gratis. Allah pun senantiasa mengampuni kita. Namun, sikap Allah ini ternyata tidak diteladani oleh setiap orang yang mengaku percaya kepada-Nya. Oleh karena suatu rasa kekesalan akan hutang yang tidak dibayar, maka kata maaf pun sirna. Yang ada...

Menyelesaikan Masalah tanpa Menghancurkan

J ika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. (Mat 18:17) Renungan: Teman-teman yang terkasih. Kemajuan media sosial saat ini ternyata mempermudah begitu banyak orang untuk mendapatkan informasi secara up to date. Dengan cara demikian, maka berita di negara Amerika pun dapat dinikmati dengan cepat di Indonesia. Begitu juga dengan cara penggunaannya. Terkadang kita melihat ada beberapa kasus perbuatan tidak baik atau tidak sesuai etika. Di sana langsung terjadi gempuran hujatan dan penghakiman kepada tersangka. Tanpa lewat pengadilan dan terkadang menggunakan kata-kata kasar. Apakah hal ini berlawanan dengan ajaran Yesus? Sungguh-sungguh berlawanan. Karena dengan ajaran kasih-Nya, Yesus menginginkan seseorang mampu memperlakukan sesamanya dengan lebih baik lagi. Seperti yang disampaikan dalam bacaan Injil hari ini. Yesus ingi...

Rendah Hati dan Percaya

M aka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." (Mat 15:22) Renungan: Teman-teman yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Ketika kita memiliki keinginan, tentu kita akan berusaha mati-matian untuk mencapai dan mewujudkannya bukan? Itulah keinginan yang muncul dari dalam perempuan Kanaan. Ia ingin sekali menyembuhkan anaknya. Ia pun meyakini bahwa Yesuslah yang bisa menyembuhkannya. Oleh sebab itu, ibu itu berusaha bertemu dengan Yesus. Awalnya memang sulit. Yesus tidak menjawabnya. Usaha kedua diwujudkannya dengan mengikut dan berteriak-teriak. Di sini terjadi diskusi antara Yesus dengan para murid-Nya. para murid-Nya meminta kepada Yesus untuk mengusirnya. Tetapi Yesus pada akhirnya berdialog dan menegaskan misinya. Ia menegaskan bahwa misinya hanya terbatas kepada umat Israel. Tetapi itu tidak menyurutkan keinginannya agar Yesus menyembuhkan anak...

Hai Orang yang Kurang Percaya

T etapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" (Mat 14:30) Renungan: Teman-teman yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Hidup ini adalah tidak melulu berbicara mengenai keberhasilan. Kadangkala kita juga perlu berbicara mengenai kegagalan atau permasalahan. Seperti apakah kita di saat seperti itu? Masihkah kita mengingat Tuhan dalam hidup? Masihkah kita mengenal Tuhan dalam situasi seperti itu? Atau justru yang ada hanyalah keraguan dan emosi? Para murid hari ini melihat Yesus berjalan di atas air. Mereka terkejut dan menyangka itu hantu. Ternyata mereka belum mengenal siapa Yesus. Begitu juga dengan Petrus. Ia juga belum mengenal siapa Yesus, sehingga ketika terkena hembusan angin keraguan pun muncul. Oleh karena kekurangan percaya itu, Petrus nyaris tenggelam. Demikian juga dengan kita. Terkadang di dalam menyikapi permasalahan hidup ini kita kehilangan iman. Oleh karena gelapnya pikiran membuat kita men...

Iman yang Berbuah

Gambar: Unsplash.com Y ang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." (Mat 13:22-23) Renungan : Teman-teman yang terkasih. Menjadi seorang yang beriman bukanlah diukur dengan seberapa sering ia pergi ke gereja. Tidak bisa juga diukur dengan seberapa pintar ia menggunakan pengetahuan mengenai keagamaan. Menjadi seorang beriman adalah diukur bagaimana ia menghayati dan menyikapi hidup. Serta keselarasan antara perbuatan dan perkataan. Karena seorang yang beriman pasti sangat menjaga kata-kata maupun tindakannya. Berbicara mengenai iman tentu berbicara mengenai firman Allah. Yesus hari ini menjelaskan makna perumpamaan penabur. Orang pertama adalah orang yang...

Berdinamika dalam Iman seperti Maria Magdalena

Gambar: Unsplash.com M aria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya. Renungan: Teman-teman yang terkasih. Mungkin selama ini kita bertanya. Seperti apa sih sebaiknya hidup beriman itu? Apa beriman itu cukup berdoa atau ibadat online saja atau seperti apa seharusnya kita menjadi seorang yang beriman?. Hari ini adalah perayaan wajib Santa Maria Magdalena. Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang dibebaskan dari tujuh roh jahat. Setelah disembuhkan, Maria Magdalena mengabdikan dirinya bersama dengan murid-murid Yesus. Di dalam Injil Lukas 8:2-3 dinyatakan bahwa Maria memiliki peran khusus di dalam rombongan itu, yakni sebagai donatur. Kisah mengenai Maria Magdalena ini juga muncul di dalam penyaliban Yesus (Injil Markus 15:40, Injil Matius 27:55-56, Injil Lukas 23:49 (meski tidak menyebutkan nama), dan Injil Yohanes 19:25. ( https://www.youcat.id , ditelusuri 21 Juli 2021). Di dalam ...

Menjadi Tanah yang Subur

D an sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" (Mat 13:8-9) Renungan : Teman-teman yang terkasih. Berbicara mengenai iman adalah bentuk tanggapan kita terhadap kepercayaan. Iman itu tidak hanya diucapkan. Iman itu juga bisa diwujudkan melalui perkataan atau bahkan tindakan. Jika kita percaya bahwa Allah itu adalah pengampun. Maka sudah seharusnya kita pun juga sebagai orang yang mempercayai-Nya pun menjadi seorang pribadi yang pengampun. Hari ini Yesus berbicara kepada banyak orang dengan perumpamaan. Ada unsur menarik di dalam perumpamaan ini, yakni benih dan media yang menerimanya. Benih itu adalah sabda atau firman Tuhan. Medianya adalah kita. Benih pertama jatuh di pinggir jalan. Pada media pertama ini, sabda Tuhan didengar tetapi tidak mengerti. Benih berikutnya jatuh di tanah berbatu. Pada media ini, sabda Tuhan didengarkan tetapi tida...

Ibu dan Saudara menurut ukuran Yesus

Gambar: Unsplash.com T etapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" (Mat 12:48) Renungan: Teman-teman yang terkasih. Menjadi seorang orang tua bukanlah tugas yang ringan dan juga tidak mudah. Karena kita tentunya harus mendampingi dan mengarahkan anak-anak menuju arah yang lebih baik. Terkadang di dalam proses pendampingan ada hal yang menggembirakan dan ada hal yang membawa kesedihan. Demikian juga ketika mengarahkan anak-anak. Terkadang berhasil namun terkadang tidak. Hari ini Yesus menanggapi informasi dari seseorang pada saat berbicara. Informasi itu menyatakan bahwa “Ibu dan saudara-saudara-Mu berada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Yesus menanggapi dengan pernyataan “ "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"(Mat 12:48). Apakah Yesus berusaha untuk bersikap kurang ajar dalam pernyataan ini? Tidak. Dari pernyataan ini Yesus ingin menegaskan kepada semua orang yang mau dan sudah me...

Belajar Terbuka dan Melihat Kehendak-Nya

Gambar: Unsplash.com T etapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. (Mat 12:39-40) Renungan : Teman-teman yang terkasih. Tanda adalah suatu pengenal atau lambang. Dengan tanda, seseorang akan dapat mengenali teman sesama organisasinya. Dengan tanda juga seseorang akan mampu mengenali hal-hal yang hendak disampaikan. Ketika kita ingin mengurus surat-surat yang terkait dengan kependudukan, maka kita akan sangat membutuhkan kartu tanda pengenal (KTP). Ini dikarenakan sebagai pengenal. Karena dengan tanda itu, maka kita dinyatakan sebagai penduduk dari negara Indonesia. Hari ini Yesus dimintai tanda oleh ahli Taurat dan orang Farisi. Namun, Yesus menjawab dengan menyebut sebagai “Angkatan yang jahat dan tidak setia...

Misi dalam Kerajaan Allah

Gambar : Unsplash.com "L ihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." (Mat 12:18-21) Renungan: Teman-teman yang terkasih. Menjadi seorang pemimpin tentunya haruslah memiliki visi dan misi. Visi itu lahir dari keprihatinan dari diri pemimpin tersebut. Dari visi itulah muncul misi untuk mewujudkan jawaban atas keprihatinan tersebut. Sehingga keprihatinan tersebut pun menjadi berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Yesus pada Injil hari ini dikabarkan mengetahui persekongkolan untuk membunuh diri-Nya. Hal itu sudah diketahui oleh Yesus. Oleh sebab itu, Ye...

Ketika Peraturan dan Kebencian Bercampur

Gambar: Unsplash.com J ika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." (Mat 12:7-8) Renungan: Teman-teman yang terkasih. Hari Sabat menurut artinya adalah istirahat. Oleh sebab itu bekerja pada hari sabat adalah salah satu bentuk pelanggaran. Hari Sabat dirayakan dari saat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat hingga tibanya malam pada hari Sabtu. Di hari-hari sabat mereka juga merayakan ibadat. Hari ini Yesus ditegur oleh orang-orang Farisi. Ia ditegur karena kedapatan melanggar hukum sabat. Yang menarik di dalam teguran itu ialah bukan pada bentuk pelanggarannya. Melainkan isi dari pelanggaran tersebut. Pelanggaran ini juga pernah dilakukan oleh seorang pemimpin besar bangsa Israel yakni Daud. Di mana pada saat itu, Daud meminta roti persembahan (1Sam 21:1-6). Kondisi Daud adalah kelaparan. Apa bedanya dengan kondisi...

Bersama Allah dalam Beban Berat

Gambar : unsplash.com M arilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Mat 11:28-30) Renungan: Teman-teman yang terkasih. Akhir-akhir ini menjadi hari yang sangat berat bagi kita semua. Di sepanjang postingan di dalam group isinya adalah berita sakit dan kedukaan. Banyak dari kita harus berhadapan dengan rasa sakit dan penderitaan. Tidak sedikit dari kita juga harus menghadapi peristiwa kehilangan. Ini adalah beban hidup yang harus kita hadapi. Terutama di masa-masa yang sedang tidak baik-baik seperti saat ini. Yesus hari ini berseru kepada kita semua untuk datang kepada-Nya. Tanpa terkecuali. Bahkan kepada mereka semua yang memiliki beban yang berat. Yesus mengajak untuk belajar dari-Nya untuk memikul kuk yang tidak juga ringan. Kuk yang dipikul ol...