Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Roma

Berharap tanpa Melihat

Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. (Rm. 8:24-25) Renungan: Seringkali kita mengharapkan bisa membeli apa yang kita inginkan. Misalnya, seoerang anak berharap bahwa ia bisa membeli sepeda. Harapan itu timbul ketika ia melihat sepeda yang diinginkannya itu. Ketika beberapa hari ia tidak melihat penampakan sepeda itu, maka ia kurang begitu berharap bahwa ia akan mendapatkan sepeda seperti itu. Santo Paulus mengajak kita untuk berpikir mengenai sikap berharap kita terhadap Kerajaan Allah. Di dalam kutipan ayat hari ini dapat terlihat bagaimana seharusnya sikap kita dalam berharap. Kita harus memiliki sikap terus berharap. Sampai kapan kita terus berharap? Sampai kapan pun. Sehingga, ketika waktu kita siap untuk bertemu dengan Tuhan Yesus kita akan siap. Karena berbeda dengan...

Mematikan Perbuatan-perbuatan Daging

Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Rm. 8:13-14) Renungan: Saat pulang dari Gereja ibu Maria bertemu dengan ibu Alex. Ibu Alex mengatakan bahwa nanti malam akan ada doa rosario lingkungan di rumah pak Dewa. Mendengar perkataan ibu Alex itu, ibu Maria mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Sesampainya di rumah, ibu Maria ditegur oleh suaminya. “Nanti malam mau doa rosario di rumah pak Dewa? Aku juga mau ikut.” Tetapi ibu Maria menjawab, “tidak mau. Karena pak Dewa itu sombong dan pelit.” Bapak-dan ibu sekalian, Rasul Paulus kepada jemaatnya di Roma mengatakan, “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Di sini Paulus mau kita lepas dari keterikatan kita pada keinginan daging. Keinginan daging itu ialah segala bentuk keburukan yan...

Akal Budi adalah Sarana Manusia

Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. (Rm. 7:25) Renungan Di dalam hidup ini kita selalu harus berhadapan dengan dua hal yang berlawanan. Mulai dengan berhadapan antara kebutuhan dan keinginan. Atau mungkin kita seringkali berhadapan dengan ya atau tidak. Atau bisa juga saat kita ingin pergi ke gereja, pergi atau tidak ya? Dalam keadaan dan kondisi seperti itu, apa yang harus kita perbuat? Demikian halnya juga yang diungkapkan St. Paulus melalui tulisannya kepada jemaat di Roma. Santo Paulus mengingatkan bahwa di dalam tubuh kita yang satu ini ternyata ada dua unsur yang saling berlawanan. Unsur yang pertama lebih kepada memilih melayani hukum Allah. Sedangkan unsur yang lainnya ialah hukum dosa. Untuk mengatasi perdebatan yang terjadi dalam dua unsur tubuh manusia itu, maka dipilihlah akal budi sebagai anugerah yang membedakan kita dengan makhluk ciptaan lainnya. K...

Hidup dengan Dosa atau Ketaatan pada Allah?

Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? (Rm. 6:16) Renungan Dosa, berbicara mengenai hal yang satu ini orang jaman sekarang cenderung punya pandangan. “Ah..dosa gak ada tandanya kok.” Seperti itulah pandangan beberapa orang terhadap dosa. Adalagi yang masih mempertahankan pandangan bahwa dosa itu dapat membawa kita ke neraka. Jika berbicara mengenai itu kepada orang yang berbicara, maka akan ada orang yang menanggapi, “memangnya udah tahu neraka itu seperti apa?” Jawabannya ialah “iyap, saya sudah tahu neraka itu seperti apa”. Dari mana kita bisa mengetahuinya? Santo Paulus hari ini menghantar kita untuk mengetahui bagaimana dosa itu menuntun kita kepada kematian. Dosa itu memang nikmat seperti kemalasan yang sangat nikmat. Dengan kemalasan kita bisa t...

Belajar Kekuatan Iman dari Bapak Abraham

Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, ? (Rm. 4:16) Renungan: Di dalam perjalanan hidup ini terkadang kita sering mendapat ujian iman. Entah itu datang pada kehidupan kita sendiri atau pun kepada kehidupan keluarga. Tidak tanggung-tanggung terkadang ujian iman itu terkadang mudah atau sangat sulit sekali. Hingga terkadang membuat kita ingin memutuskan untuk menyudahinya atau mencari cara yang lebih efektif namun melanggar suara hati. Banyak juga ketika kita menghadapi masalah terkadang kita tidak menyadari turut campurn Tuhan di dalam masalah itu. Kali ini St. Paulus mengajak kita untuk belajar dari bapak iman kita yakni Abraham. Mengapa demikian? Abraham adalah tokoh yang sangat taat dan tulus dalam mengabdi kepada Allah. Ia rela pergi meninggalkan ...