Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lukas

Allah Hadir dalam Setiap Momen Kehidupan

K ata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"  (Luk 24:32) Renungan: Teman-teman yang terkasih, kehilangan seseorang tentu akan membawa seseorang merasa sangat tidak percaya. Apalagi jika peristiwa itu terjadi dengan cara yang tidak wajar. Itu tentu akan membawa orang yang terdekat merasa tidak percaya dan tentunya hal yang tidak lumrah. Apalagi jika kehilangan seseorang yang sudah kita percayai dan kagumi dengan cara yang tidak wajar. Itu tentu sangat-sangat membawa rasa kehilangan yang teramat sangat dan melahirkan begitu banyak asumsi.   Demikianlah juga yang dialami oleh kedua orang yang berjalan bersama Yesus menuju Emaus. Setelah Yesus disalibkan, para murid menjadi ketakutan. Di antaranya kedua orang murid Yesus yang berjalan bersama-Nya menuju Emaus. Mereka mengalami ketidakpercayaan akan peristiwa yang menimpa Guru mereka. Guru yang selama i...

Visi dan Misi Kita dalam Mewartakan Kerajaan Allah

"R oh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Luk 4:18-19) Renungan: Teman-teman yang terkasih di dalam perjalanan hidupnya setiap orang pasti akan memiliki visi dan misi tersendiri. Penemuan visi dan misi itu dialaminya dalam proses kehidupan. Di mana setiap orang pasti mengalami begitu banyak situasi di dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Situasi itu dan begitu banyak kondisi yang dialaminya membuat mereka menemukan visi dan misi. Demikianlah Yesus yang secara gamblang mengakui visi dan misi-Nya di hadapan orang-orang yang berada di dalam rumah ibadat di Nazaret. Visi dan misi inilah yang kemudian dilaksanakan dan diterapkan oleh Yesus. Bukan melalui gerakan politik atau militer m...

Menumbuhkembangkan Sikap Seorang Hamba

Gambar : unsplash.com K ata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:38) Renungan: Seorang hamba posisinya tentu lebih rendah daripada orang yang mempekerjakannya. Untuk menjalankan tugasnya dibutuhkan semangat dan kesadaran akan kerendahan hati. Di samping itu, seorang hamba dibutuhkan juga semangat kepatuhan yang total. Itulah sikap-sikap yang dibutuhkan oleh seorang hamba. Sikap demikianlah yang ditunjukkan oleh Maria di dalam pertemuannya dengan malaikat Gabriel. Sebagai seorang perempuan tanpa suami, Maria dapat menolak berita yang disampaikan oleh Gabriel. Namun, Maria berserah diri dengan penuh kepatuhan. Maria melakukan itu berdasarkan imannya kepada Allah. Maria patuh dan menerimanya. Untuk menjadi seorang hamba yang setia tentu diperlukan mental yang kuat. Apalagi di jaman sekarang yang dipenuhi dengan begitu banyak tantangan. Maka, sikap kehambaan tenntu akan kembali diuji. ...

Menemukan Penyebab Kedosaan dan Pertobatan Total

Gambar : unsplash.com "S iapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. ( Luk 15:4-6 ) Renungan: Teman-teman yang terkasih, berteman dengan orang yang memiliki kesamaan dalam pemikiran dan perbuatan tentu memiliki kenikmatannya tersendiri. Kita bisa mendiskusikan dengan gaya pemikiran yang sama dan penyikapan secara sama juga. Namun, apakah kita akan mendapatkan cerita dari pengalaman yang berbeda? Tentu tidak.  Demikianlah Yesus hadir di dalam dunia ini. Ia hadir bukan hanya untuk orang yang benar. Yesus hadir di dunia ini...

Tetap Mewartakan Kerajaan Allah

Gambar : unsplash.com Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.   Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."  (Luk 12:39-40)   Renungan: Teman-teman, untuk mencegah rumahnya mengalami pencurian. Seorang tuan rumah haruslah menjaga kediamannya itu. Atau jika si pemilik rumah memiliki dana yang cukup, tentunya ia akan menggaji seorang pegawai untuk menjaga kediamannya. Upaya itu dilakukannya untuk menjaga terjadinya pencurian dan kehilangan harta benda.   Yesus hari ini mengajak kepada kita semua untuk berjaga. Berjaga yang dikehendaki oleh-Nya bukanlah berjaga ala penjaga rumah kosong. Namun lebih mengarah kepada berjaga bukan sekedar menghindari kehilangan namun menggunakan harta yang juga dimiliki. Yesus menghendaki bagi kita untuk terus menerus mewartakan Kerajaan Allah.   Teman-teman yang terkasih, seringkali semangat kita men...

Jangan Takut untuk Berbuat Baik

Gambar: unsplash.com Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Luk 12:5-7) Renungan : Teman-teman yang terkasih, ketakutan dan kekhawatiran adalah dua hal yang sering kali menghantui diri kita. Terutama ketika kita ingin berbuat baik. Ketakutan dan kekhawatiran senantiasa muncul dalam diri kita. “Apakah kebaikan kita akan diterima? Atau justru kebaikan kita ditolak.” Oleh karena memikirkan hal-hal yang demikian, maka niatan akan berbuat baik pun menjadi tertunda atau bahkan tidak terlaksana. Di dalam kutipan Injil hari ini, kita diajak untuk melihat kualitas dari ketakutan i...

Iman yang Diwujudkan

Gambar : unsplash.com Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" (Luk 7:9) Renungan : Teman-teman yang terkasih, apakah tampilan dari seorang yang beriman hanya cukup sampai pada hidup yang dipenuhi dengan doa dan beribadat saja? Jawabannya, tidak. Ketika seseorang beragama dan beriman. Maka tugas utamanya ialah mewujudkan iman yang ada di dalam dirinya. Bukan hanya kepada Allah tetapi juga kepada manusia. Mengapa kepada manusia? Karena bagaimana mungkin kita percaya bahwa Allah itu kasih tetapi kita sendiri tidak menampilkan sosok yang penuh kasih di dalam hidup itu. Itulah yang ditampilkan oleh perwira Roma yang kita baca pada hari ini. Perwira ini sangat mempercayai Yesus. Itu diwujudkan dengan mengutus para hambanya untuk bertemu dengan Yesus. Ia ingin bahwa hambanya dapat disembuhkan da...

Keinginan dan Kesadaran

Diinspirasi dari Injil  Luk. 15:1-3,11-32 .  

Mentahirkan yang Terkucilkan

P ada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." (Luk 5:12) Renungan: Teman-teman yang baik. Seperti apa penyakit kusta itu? Situsi alodokter.com menjelaskan Kusta atau lepra adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, serta saluran pernapasan. Kusta atau lepra dikenal juga dengan nama penyakit Hansen atau Morbus Hansen. [1] Lebih lanjut dijelaskan dalam situs tersebut bahwa kusta dapat menular jika seseorang terkena percikan droplet dari penderita kusta secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri penyebab lepra tidak dapat menular ke orang lain dengan mudah. Selain itu, bakteri ini juga membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh penderita. Seorang yang terkena kusta pada masa Yesus dikenal sebagai penyakit yang najis. Seseorang yang terkena pe...

Meneladani Kerendahan Hati Bunda Maria

T etapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Luk 2:19) Renungan: Teman-teman sekalian. Suatu sikap rendah hati adalah sikap di mana seseorang bersikap sopan, sederhana, tidak sombong, dan tidak meninggikan dirinya di hadapan orang lain. Seseorang dikatakan rendah hati jika ia mampu bersikap demikian. Di dalam bacaan Injil hari ini kita melihat sikap rendah hati dari Bunda Maria. Meski Bunda Maria memiliki seorang Anak yang kelak akan menjadi besar. Ia justru tidak sombong dan meninggikan dirinya. Ia justru menunjukkan sikap kerendahan hatinya. Ia menyambut para gembala. Ia pun tetap menjalankan tradisi bangsa Yahudi dan menyunatkan Yesus. Yang terakhir ialah, Bunda Maria tetap menggunakan nama yang disampaikan oleh malaikat yang pernah menjumpainya. Teman-teman yang terkasih. Kerendahan hati Bunda Maria adalah teladan bagi kita umat Kristiani. Karena dengan kerendahan hati-Nya kehendak Allah pun nyata di dalam dirinya. Kita juga perlu mengembangkan s...

Beriman Menurut Maria, Yusuf dan Simeon

"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." (Luk 2:29-32) Renungan: Teman-teman sekalian. Menjadi orang tua dari calon orang terkenal atau berkuasa tentu menjadi keistimewaan. Dengan demikian, maka orang tua itu akan mendapat beraneka kemudahan dan hal-hal istimewa lainnya. Orang tua juga dapat menikmati rejeki yang datang dari keterkenalan dan kekuasaan yang akan dimiliki oleh anaknya. Tidak demikian dengan Yusuf dan Maria. Meski mereka mengetahui bahwa anaknya memiliki keistimewaan. Itu tidak menjadi satu alasan bagi mereka untuk meninggalkan tradisi. Mereka tetap melakukan pentahiran terhadap diri anaknya sesuai dengan tertulis dalam hukum Tuhan. Meski memiliki anak yang kelak akan menjadi besar. Maria dan Yusu...

Memberi dari Kekurangan

Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." (Luk 21:3-4) Renungan: Teman-teman yang dikasihi Tuhan. Memberi dari kekurangan. Mungkin bagi kita adalah suatu hal yang menjadi sangat sulit. Karena di saat kita kekurangan, kita harus memberi. Ada hal yang terkadang mengganjal pikiran dan hati kita. “Beri gak ya… nanti kalau gue beri, gue gak bisa nambah tabungan buat beli handphone. Kalau gak gue beri, dia gak bisa makan.” Pikiran seperti itu yang terkadang menghantui ketika kita berada di dalam situasi ingin memberi. Hal itu tidak terjadi oleh seorang janda miskin di dalam bait Allah. Seorang perempuan dikacamata masyarakat Yahudi adalah warga kelas dua. Kurang mendapat tempat dan perhatian. Apalagi perempuan itu seorang janda. Tentu semakin tidak mendapat tempat ...

Mengembangkan Anugerah Allah

Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku." (Luk 19:26-27) Renungan: Teman-teman yang dikasihi Tuhan. Apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang atlit professional? Berlatih dan terus berlatih. Meski tidak ada perlombaan? Iya, karena dengan berlatih maka baik kelebihan dan kelemahan yang kita miliki dapat terlihat. Dengan cara seperti itu, kita akan semakin mengetahui hal-hal yang harus dilengkapi agar semakin baik dari yang sebelumnya. Di tengah perjalanan menuju Yerusalem, Yesus memberikan perumpamaan seorang raja yang akan dinobatkan dan tiga orang hamba. Raja itu memberikan mina kepada ketiga hambanya. Dengan harapan bahwa mina itu bisa dikembangkan. Itu terjadi pada hamba yang pertama dan kedua. Hamba pertama menghasilkan...

Menyikapi Keberdosaan dengan Kasih

K ata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Luk 19:9-10) Renungan: Teman-teman yang dikasihi Tuhan. Kita mungkin terkadang mendengar atau mengalami dilarang berteman dengan teman yang tidak sepaham dengan orang lain. Kita pun terkadang melawan larangan tersebut. Sehingga pada akhirnya kita dapat memahami bahwa hubungan mereka tidak harmonis. Ternyata teman yang sedang dijauhi ini sedang mengalami permasalahan dalam keluarga. Oleh karena itu ia justru lebih fokus kepada permasalahan keluarganya. Zakheus adalah seorang pemungut cukai. Ia memiliki tubuh yang pendek. Profesinya adalah sebagai kepala pemungut cukai. Sebagai seorang kepala pemungut cukai, makai a bertugas untuk memantau bagaimana pegawainya menjalankan pemungutan cukai. Profesi ini pada saat itu sangat dibenci oleh masyarakat. Karena mereka mengambil cukai besar dari penghasila...

Semakin Keras Berusaha dan Berdoa

L alu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:"Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!" (Luk 18:40-41) Renungan: Teman-teman yang dikasihi Tuhan. Ketika kita ingin berhasil dalam hal pembelajaran atau apa pun yang sedang digeluti. Pasti kita senantiasa bertemu dengan rintangan. Entah itu rintangan kecil maupun besar. Namun, itu semua kembali kepada bagaimana kita menyikapinya. Jika kita berusaha semakin keras, maka suatu rintangan yang besar pun akan dapat dilewati. Hari ini orang buta menunjukkan keberhasilannya bertemu dengan Yesus. Ia sangat mengenal Yesus. Hal itu ditunjukannya dengan sapaan “Anak Daud”. Sapaan yang istimewa diberikan kepada Yesus saat itu. Namun, ia mendapat hambatan. Orang buta ini dihambat oleh orang yang berjalan di depannya dengan meminta untuk diam. Namun, justru ia tidak diam. Ia berteriak semaki...

Terpilih untuk Menjadi Berkat

K etika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. (Luk 6:13-16) Renungan: Teman-teman yang terkasih. Menjadi terpilih adalah suatu tugas baru bagi seseorang. Ketika seseorang terpilih. Entah itu menjadi seorang manajer atau menjadi pemimpin. Di balik keterpilihan seseorang ada reward dan tanggung jawab di dalamnya. Reward adalah seluruh susah payah yang telah dijalankannya. Tanggung jawab adalah unsur yang menyertai reward di dalamnya. Ketika level suatu reward didapatkan, maka akan disertai dengan meningkatnya tanggung jawab. Yesus hari ini memilih kedua belas rasul. Dengan terpilihnya kedua belas rasul tersebut, maka kedua belas orang itu pun m...

Menjadi berkat bagi yang Putus Asa

S imon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:5) Renungan: Teman-teman. Apa yang akan bapak dan ibu lakukan ketika memiliki kebutuhan yang ingin diwujudkan? Tentu kita akan berusaha bukan? Misalnya, kita membutuhkan sebuah kulkas yang lebih besar dan elegan. Kita menabung dan setelah tercapai, maka kulkas tersebut pun akan terbeli. Berbeda kenyataannya ketika kebutuhan itu tidak tercapai. Kita akan kehilangan harapan dan merasa sia-sia. Seperti itulah yang dialami oleh Petrus dan teman-teman nelayannya. Sepanjang malam mereka mencari ikan dan melemparkan jala. Mereka tidak juga mendapatkan ikan. Di tengah keputusasaan itu, Yesus hadir dan menumpang di perahunya. Yesus meminta kepada Petrus untuk pergi ke tempat yang lebih dalam. Ini adalah suatu permintaan yang berat bagi Petrus. Karena sudah semalaman mereka mencari ikan tetapi belum mendapatkan juga....

Stop Menghakimi dan Menghukum

Y esus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Luk 6:36-38) Renungan : Teman-teman yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Seringkali di dalam kehidupan ini kita menemukan orang-orang yang seringkali menjatuhkan penilaian kepada orang lain. Begitu banyak juga kita menemukan orang-orang yang suka sekali memiliki keinginan untuk menghukum. Padahal pada saat menghakimi atau menghukum, ada bagian dari dalam diri orang yang dihakimi atau dihukum tanpa orang tersebut mengungkapkan kesaksiannya. Di saat menghakimi dan menjatuhkan hukuman pun terjadi proses k...

Tugas setelah DIbaptis

D alam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.  Lalu Ia memulai ...

Tandu untuk kita

Gambar: https://teologiareformed.blogspot.com/ P ada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Akan tetapi Yesus mengetahui pi...