Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Yohanes

Allah yang Solider

Gambar : Unsplash.com Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah." (Yoh 1:33-34) Renungan : Teman-teman yang terkasih baptis adalah suatu proses yang dilakukan bagi seseorang yang ingin bertobat dan mengikuti Allah. Hal inilah yang dilakukan oleh Yohanes di dalam karya pewartaannya. Ia senantiasa mewartakan mengenai pertobatan dan melakukan pembaptisan. Namun, apakah dengan hal ini mau menyatakan bahwa Yesus itu berdosa? Pembaptisan yang terjadi pada Yesus bukan menyatakan berdosa. Pembaptisan yang terjadi atas diri Yesus saat itu ialah mau membuktikan kepada setiap orang bahwa Allah solider. Solider kepada siapa? Kepada setiap orang yang berdosa. Dengan demikian Allah membuktikan kasih-Nya kepada manusia ada...

Kritisi Rasa Takut

Gambar : canva.com T etapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." (Yoh 11:49-50) Renungan: Teman-teman yang terkasih, ketakutan adalah perasaan yang lumrah dirasakan oleh setiap orang. Entah itu ketakutan akan rencana yang gagal, ketakutan akan kesalahan, ketakutan akan kehilangan dan ketakutan-ketakutan lainnya. Namun, ketakutan menjadi tidak lumrah jika dari ketakutan itu justru mengancam eksistensi atau kehidupan orang lain. Demikianlah rasa dan pemikiran yang ahli taurat, orang farisi dan para imam terhadap kehadiran Yesus. Ahli taurat, orang farisi dan imam khawatir bahwa karya yang dilakukan oleh Yesus sungguh membawa dampak kepada tempat suci dan kehidupannya. Mereka takut popularitas Yesus pun akan membawa diri mereka ditinggalkan. Ketakutan itu membuat mereka m...

Tetaplah Berbuat Baik

Gambar: unsplash.com K ata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" (Yoh 10:32) Renungan: Teman-teman yang terkasih, Pekerjaan atau perbuatan baik terkadang berujung pada reward yang akan diberikan. Entah itu reward berupa penghargaan atau mungkin berujung pada respon kurang baik. Itu semua adalah dampak yang memang harus kita terima jika telah melakukan perbuatan baik. Yesus telah berkarya dan melakukan mukjizat di tengah-tengah masyarakat Yahudi. Namun, pengajaran-Nya menjadi suatu permasalahan. Mereka menolak paham bahwa Yesus menyamakan diri dengan Allah. Mereka lupa bahwa Yesus telah melakukan perbuatan baik dan mukjizat kepada banyak orang. Perbuatan itu merupakan gambaran utuh ajaran yang mereka pelajari melalui hukum Taurat. Itu adalah gambaran Allah yang seutuhnya. Teman-teman. Dari respon Yesus menghadapi orang-orang Yahudi, ahli taurat ...

Siapakah kita Berani Menghakimi?

D an ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yoh 8:7) Renungan : Teman-teman yang terkasih, begitu mudah seseorang membenarkan hukuman yang disimpulkannya. Belum lagi hal itu ditambahkan dengan paham-paham yang sudah-sudah. Maka, bentuk hukuman pun semakin besar. Di dalam Bait Allah Yesus dihadapkan dengan perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah. Menurut hukum pada masyarakat Yahudi, bila ada seorang perempuan tertangkap berbuat zinah, maka perempuan itu harus dihukum rejam sampai mati. Namun, itu bukan inti sesungguhnya. Perempuan berbuat zinah ini ternyata adalah alat yang diberikan untuk mencobai Yesus. Itu dilakukan oleh ahli taurat dan orang Farisi. Niat itu pun harus diurungkan oleh karena pertanyaan Yesus, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada...

Mendoakan Mereka yang Sudah Meninggal

Gambar: unsplash.com S emua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yoh. 6:37-40) Renungan: Teman-teman yang terkasih, hari ini Gereja merayakan pengenangan arwah semua orang beriman. Di dalamnya Gereja memberikan tempat kepada seluruh umat beriman untuk mendoakan seluruh anggota keluarga atau pun orang-orang yang dikasihi. Di mana di saat mereka meninggal, jiwanya masih belum bersih. Mereka masih berada di dalam purgatorium. Di sana...

Berserah dan Percaya

A ku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." (Yoh 21:18) Renungan : Teman-teman yang terkasih. Untuk mempercayai seseorang yang sudah menyangkal kita akan menjadi suatu tugas yang sangat berat. Karena kita harus memperbaiki hati dan penilaian terhadap pribadi tersebut. Namun, bagaimana jika kita sudah memiliki pengelihatan bahwa orang yang dekat dengan kita saat ini akan menyangkal kita. Reaksi yang akan muncul tentu kita sangat terkejut dengan hal tersebut. Kita pun akan berupaya sekeras mungkin untuk mencegah hal tersebut terjadi. Di dalam bacaan Injil    Yoh. 21:15-19 mengisahkan di mana Yesus bertanya dan meminta tanggapan kepada Petrus sebanyak tiga kali. Point dari pertanyaan Yesus kepada Petrus ialah "apakah Petru...

Menjadi Ranting-Nya

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh 15:5) Renungan : Teman-teman yang terkasih, terkadang ketika kita menghadapi permasalahan dalam hidup. Di saat kita mengalami permasalahan tersebut ada begitu banyak saudara dan teman yang memberikan saran. Ada yang pada akhirnya terselesaikan. Namun, tidak jarang ada juga yang justru semakin besar. Kita pun bingung. Apalagi jika masalah itu menyangkut dengan budaya orang lain. Di dalam kutipan Injil ini, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pokok anggur. Pernahkah Anda tahu mengenai pokok anggur? Pokok anggur itu adalah tempat di mana pohon itu menumbuhkan ranting dan buah. Dengan perumpamaan bahwa Yesus adalah pokok anggur. Yesus mengajak kepada semua orang beriman menjadikan dirinya sebagai pokok. Dengan menjadikan-Nya sebagai pokok maka semua orang beriman dapat berkembang dan berbuah.   Tem...

Peduli bersama Allah

  Renungan yang diinspirasi dari Injil  Yoh 6:1-15  

Semakin Mengenal Yesus untuk Bersaksi

B arangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yoh 3:36) Renungan: Pembaca yang terkasih. Sebuah kesaksian akan sangat berguna jika kesaksian tersebut disampaikan atau pun diajarkan kepada semua orang. Tentunya kesaksian itu tanpa mengabaikan nilai kebenaran. Dengan kesaksian itu tentunya memiliki harapan akan perkembangan bagi orang yang menerimanya. Sehingga, setelah kesaksian itu diberikan pun akan muncul suatu peneguhan di dalam diri orang yang menerimanya. Dalam Injil episode ini, digambarkan diayat sebelumnya bahwa terjadi perselisihan di antara para murid Yohanes mengenai Yesus. Di dalam perselisihan itu dibahas mengenai siapa Yesus. Maka Yohanes pun memberikan kesaksian tentang diri Yesus. Di dalam kesaksian itu, Yohanes memberikan gambaran bahwa Yesus melebihi dirinya. Yohanes menyatakan bahwa Yesuslah yang lebih besar dari dirinya. Yohanes...

Mewartakan Kebenaran di Tahun 2022

P ada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. (Yoh 1:1-4) Renungan: Teman-teman sekalian. Nilai sebuah kebenaran adalah keselarasan antara pengetahuan dan objek yang disampaikan. Dalam arti lain kebenaran itu dikatakan sesuai dan dapat dibuktikan. Ukurannya jelas yakni sesuai. Segala sesuatu yang dinyatakan memiliki kebenaran ialah yang diungkapkan dapat dibuktikan secara benar. Misalnya, seseorang yang memberikan kesaksian dengan nilai kesaksian dapat dikatakan mengandung nilai kebenaran jika itu sesuai dengan fakta-fakta dan sesuai. Itulah kebenaran. Hari ini kita diajak oleh Yohanes Penginjil untuk mengenal Yesus Kristus. Di mana digambarkan oleh Yohanes Penginjil bahwa Yesus itu adalah Fiman itu sendiri yang sudah ada se...

Mengasihi di Masa Pandemi

Gambar: Unsplash.com K etika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" (Yoh 6:5). Renungan: Teman-teman yang terkasih. Tidak terasa pandemic ini sudah berlangsung sudah lebih dari 1 tahun. Dampaknya pun bukan hanya berkisar pada kesehatan. Banyak dari mereka yang pada akhirnya harus kehilangan pekerjaan. Belum lagi bagi mereka yang masih anak-anak dan harus kehilangan orang tuanya. Mereka yang memiliki bisnis di bidang-bidang yang paling terpukul keras pun harus tutup. Hingga pada akhirnya menghasilkan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya. Hari ini Yesus diikuti oleh banyak orang yang kagum pada mukjizat-mukjizat-Nya. Melihat orang-orang itu Yesus tidak diam. Hati kecilnya terketuk melihat kondisi mereka. Sehingga Ia pun meminta bantuan para murid-Nya. Andreas dan Simon Petrus menemukan ada seorang anak yang membaw...

Teladan Kerendahan Hati Yohanes

S esudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.” Jawab Yohanes: “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri ...

Mengenal untuk Menjadi yang Sejati

Gambar:  https://lingkunganpauluswonosari.blogspot.com L alu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." (Yoh 1:51) Renungan: Teman-teman yang terkasih, bicara soal kepura-puraan adalah sering kali sifat yang seringkali kita jumpai dalam kehidupan. Kita seringkali dipertemukan dengan orang-orang yang melakukan kepura-puraan. Ada yang berpura-pura tahu tetapi kenyataannya tidak tahu. Ada yang berpura-pura tidak tahu tetapi mengetahui. Hari ini Filipus mempertemukan antara Natanael dengan Yesus. Yang menarik di dalam perjumpaan itu ialah ketika Natanael mengatakan, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (Yoh 1:46). Dari sikap skeptis inilah dapat diketahui bahwa Natanael tidak memiliki sikap kepura-puraan. Yesus pun menyatakan bahwa Natanael sebagai seorang Israel sejati. Sebagai seorang Israel yang sejati, Natanael adalah seorang yang serin...

Tuhan Hadir dan Menyapa

Gambar: sesawi.net Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. (Yoh 21:12) Renungan: Teman-teman sekalian, dari mana seorang sahabat sungguh-sungguh dikenal? Pertama, dari kebiasaannya. Kita tidak akan mengenal seorang sahabat jika kita tidak pernah mengetahui bagaiamana cara mereka bersikap, berpikir atau berkata-kata. Kedua, dari hal-hal yang paling disukainya. Kita juga tidak akan mengenal seorang sahabat jika kita tidak tahu apa yang mereka suka. Entah itu hobi, makanan atau minuman. Seseorang yang mengaku sebagai sahabat tentu ia akan mengenal apa pun yang disukai atau tidak oleh sahabatnya. Hari ini Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya di pantai danau Tiberias. Pada awalnya kehadiran Yesus sungguh tidak dirasakan oleh mereka. Yesus bertanya kepada mereka, “"Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?...

St. Bartolomeus Dipilih Merasul karena Kejujuran dan Ketulusan

Gambar: https://www.santokatolik.com Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." (Yoh. 1:48) Renungan:  Teman-teman, hari ini melalui Injil Yohanes kita diajak untuk berkenalan dengan satu tokoh, yakni Natanael. Natanael dikenal oleh Tuhan Yesus sebagai seorang Israel sejati. Mengapa diberikan gelar sebagai Israel sejati? Karena di dalam dirinya tidak ditemukan kepalsuan. Natanael adalah seorang yang jujur dan tulus. Jujur dan tulus inilah yang merupakan gambaran dari orang Israel yang sejati. Hari ini menurut kalender liturgi, Gereja Katolik merayakan peringatan wajib Santo Bartolomeus. Bartolomeus berarti ‘Anak Tolmai’. Bartolomeus ini menurut banyak ahli adalah Natanael itu sendiri. Salah seorang Rasul yang juga mendapat tempat istimewa di hadapan Tuhan Yesus. Ia merupakan seorang Rasul yang setia. Pada saat Tuhan Yesus menampakkan diri...

Cinta Uang atau Cinta kepada Allah?

Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." (Yoh. 2:16) Renungan: Mendengar atau membaca kutipan ayat ini terbesit tanya dalam diri kita. Ternyata Tuhan Yesus galak juga ya. Atau juga bertanya dalam dirinya terbesit tanya, mengapa Tuhan Yesus justru melarang orang berjualan? Atau ada juga yang bertanya, mengapa Tuhan Yesus sedemikian marahnya saat melihat begitu banyak pedagang dalam Bait Allah. Padahal Tuhan Yesus kan Tuhan, mengapa harus marah? Tuhan Yesus marah karena Bait Allah yang semula sebagai tempat beribadat beralih fungsi menjadi pasar. Di mana di dalam pasar itu ada kepentingan yakni mencari keuntungan. Misalnya ada yang menyediakan jasa penukaran uang tetapi ternyata penukaran itu dipergunakan juga untuk mencari keuntungan. Hal inilah yang ditentang oleh Tuhan Yesus kepada para pedagang di Bait Allah. Kita sering juga mencari keuntungan. Pencarian seperti itu menggant...

Doakanlah Mereka yang Sudah Tiada

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yoh. 6:39-40) Renungan: Hari ini menurut kalender liturgi gereja katolik kita mengenang arwah semua orang beriman. Kita mengenang mereka yang pernah sangat kita cintai dan sayangi. Menurut iman gereja katolik, saat ini mereka masih berada di dalam api penyucian (purgatorium). Di sana mereka menurut gereja katolik memurnikan diri dari seluruh kesalahan yang pernah diperbuat semasa hidupnya. Tuhan Yesus melalui kutipan ayat dari Injil Yohanes hari ini mengajak kita melihat bagaimana berharganya kita. Meski sudah meninggal pun masih diberikan tempat bagi-Nya di dalam kehidupan kekal. Itu dilakukan oleh Tuhan Yesus semata-mata ...

Allah seperti apa yang Anda wartakan?

Gambar: kompasiana.com “B arangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." (Yoh 14:21) Di dalam pergulatan hidup ini terkadang kita sampai kepada pertanyaan, seperti apa Allah itu? Ada yang mengatakan bahwa Allah itu galak. Di dalam Perjanjian Lama, terutama dalam kitab Imamat kita melihat bahwa di sana kedua anak Harun mati dikarenakan masuk ke dalam bait Allah dengan keadaan tidak suci. Allah itu kejam, ini adalah gambaran Allah yang dicerminkan saat pemusnahan masal yang terjadi dalam peristiwa air bah. Itu semua gambaran Allah yang nampak di dalam kitab Perjanjian Lama. Melalui Injil Yohanes ini, Yesus hendak menyatakan sosok Allah yang utuh. Di sepanjang hidup-Nya, Yesus mewartakan Allah di dalam seluruh sikap dan perkataan-Nya. Selama pewartaan itu pun, sosok Allah yang diperlihatkan oleh Yesus ialah Allah yang d...

Roti yang Hidup

Gambar: https://i.ytimg.com A kulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (Yoh 6:51) Renungan: Kita semua tahu apa itu roti. Roti itu ada yang terbuat dari tepung dan ada juga yang terbuat dari gandum. Saat ini ada berbagai macam rasa. Ada yang rasa coklat, strawberry, keju dan mocca. Di balik beragamnya rasa roti tersebut fungsi utama dari roti tetaplah sama, yakni membuat perut kenyang atau hanya mengejar rasa. Itu semua hal yang dapat kita terima dari sebuah roti. Berbeda jika kita menarik makna dari kutipan Injil hari ini. Kita dapat belajar mengenai roti yang dijadikan perumpamaan oleh Tuhan Yesus. Di dalam perumpamaan tersebut Tuhan Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai roti. Roti yang dimaksud di dalam perumpamaan tersebut ialah roti kehidupan. Dengan memakan roti tersebut kita tidak aka...

TAAT PADA ALLAH DALAM SEGALA KONDISI

Gambar: http://ipecsg.com “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” (Yoh 13:27) Apa yang kita lakukan, jika kita sudah diberitahukan bahwa esok pagi akan mendapat kecelakaan? Kita pasti berusaha untuk menghindari kecelakaan tersebut. Atau kita tetap menjalankan rutinitas namun tetap waspada dari hal-hal yang dapat membuat kita celaka. Intinya kita akan berusaha untuk menghindari peristiwa yang mungkin dapat menyebabkan kecelakaan atau bahkan kematian. Berbeda halnya dengan apa yang diperbuat oleh Yesus. Meski sudah mengetahui bahwa diri-Nya akan mengalami kematian, Yesus justru meminta kepada Yudas untuk merealisasikannya dengan cepat. Mungkin bagi kita hal ini terlihat merupakan kebodohan. Tetapi tidak bagi Yesus. Yesus justru memberikan contoh dari sebuah ketaatan kepada semua orang. Terkadang, kita bersikap terbalik dari apa yang diteladankan oleh Yesus. Ketika mengalami s...