Langsung ke konten utama

Postingan

Janganlah Takut...

Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. (Kel 14:13) Penyesalan terhadap sebuah pilihan terkadang menghantui setiap orang. Karena pada kenyataannya setelah memilih, kita tidak juga kunjung mendapatkan kebahagiaan yang diinginkan. Bahkan yang lebih parahnya lagi, kita justru menyangkal akan janji kebahagiaan yang diberikan oleh Tuhan. Seperti halnya di dalam pengalaman bangsa Israel yang terdapat di dalam Kitab Keluaran 14:1-14. Di dalam cerita itu, kita dapat melihat bagaimana bangsa Israel sepertinya menyesali pilihan yang telah diambilnya karena kesulitan yang tengah dihadapinya. Mereka pun mulai membandingkan jika mereka tetap di Mesir dan menjadi budak, maka mereka tidak akan mati di gurun pasir. Tidak seperti pilihan yang telah diputuskannya kali ini, justru kesulitan ...

Mengukuhkan Panggilan melalui Penegasan Allah

Keluaran 3:11  Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?" Oleh : Philipus Vembrey Hariadi Panggilan, bicara mengenai hal ini banyak orang kurang memahaminya. Ada yang telah memahaminya namun mengalami nasib yang sama seperti perumpamaan benih yang ditabur. Ditabur di himpitan pohon, pada akhirnya benih itu mati juga. Ada juga yang memahami panggilan tersebut namun melupakan arah dasar yang pernah didapatkannya. Musa melalui kisah kali ini diajak untuk bertanya kepada Allah mengenai panggilannya. Panggilan yang pada dasarnya sudah didapatkan dan seharusnya telah disadari. Karena pada bab sebelumnya dikisahkan bahwa Musa membantu salah seorang penduduk sebangsanya yang tengah menghadapi situasi sulit. Meski memang cara atau penyelesaian akhir yang dilakukannya adalah cara yang keliru. Melalui panggilan yang Allah lakukan kepada diri Musa, sebenarnnya Allah juga ingin turut membantu ki...

Janji itu Wujud Cinta Kasih Allah

Keluaran 2:24  Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Janji adalah hutang yang harus dilunasi. Ketika kita berhutang, terkadang kita menghindarinya atau justru berupaya untuk mencari kebijakan yang mengenakkan bagi diri sendiri. Sehingga hasilnya ialah salah satu pihak dapat diuntungkan dengan utang tersebut. Tetapi hal itu tidak nampak di dalam diri Allah. Allah justru mengingat apa yang telah dijanjikan-Nya kepada hamba kesayangan-Nya, Abraham. Di sini Allah mendengar rintihan rakyat Israel yang mengalami penindasan dari pihak Mesir. Allah mewujudkan janji-Nya tersebut dengan mengutus Musa. Kita seringkali mencari keuntungan bagi diri kita sendiri dalam sebuah perjanjian. Padahal di dalam perjanjian tersebut tertanam sebuah nilai mengenai kasih. Kasih bukan mencari keuntungan sepihak melainkan pula mendengarkan segala hal yang dialami oleh pihak lainnya. Posted via Blogaway

Keutamaan Hidup

Keluaran 2:11  Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. Selama ini, pembiayaan bagi TKI lebih banyak berasal dari perbankan asing, salah satunya China Trust. Namun bunga dari pembiayaan tersebut relatif tinggi, sebesar 50% selama 9 bulan. "Kita akan menjadi bank nasional yang membantu pembiayaan TKI," beber Bien di Kantor Kemenakertrans, Rabu (9/10/2013). Bien berjanji akan membiayai para TKI dengan suku bunga terjangkau. Platform kredit yang diterapkan berkisar Rp50 juta sampai Rp100 juta per orang. Supaya lebih ringan, pihaknya bekerjasama dengan APJATI terkait penjaminan kredit. Seluruh kegiatan transaksi dari organisasi ini juga akan melalui jaringan bjb. "Setelah TKI kembali dari luar negeri, akan kita tawarkan kredit mikro supaya gaji yang dikumpulkan selama bekerja bisa dikelola lebih produkt...

Tujuan Akhir tetap pada Allah

Keluaran 2:9  Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. Di tengah ketakutan dan kesulitan yang dihadapi, terkadang seorang manusia mampu mengeluarkan ide-ide yang briliant. Ide-ide tersebut terkadang dapat meloloskan diriinya dari himpitan ketakutan yang tengah dihadapinya. Hingga pada akhirnya ia pun terluputkan dari ketakutan dan kesulitan yang dihadapi. Hal ini juga yang dirasakan dan dilakukan oleh ibu dari Musa. Ia meletakkan Musa di dalam wadah yang tidak ditenggelemkan. Meski pada awal mulanya mungkin ia tidak memiliki tujuan tetapi Allah mewujudkan hal yang berbeda. Musa kecil ditemukan oleh puteri Firaun dan kemudian dirawatnua. Di sini kehendak Allah berperan dalam kesulitan dan keterhimpitan yang dialami manusia. Allah melalui kisah Musa kecil itu mau menyatakan bahwa Allah ialah Sosok yang mampu memberikan jawaban lai...

Allah Memberikan Rahmat-Nya dalam Tekanan Hidup

Keluaran 1:20-21  Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda. Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga. Oleh : Philipus Vembrey Hariadi Di tengah tekanan hidup, terkadang kita merasa tidak ada jalan keluar sama sekali. Di saat seperti itu kadang kita mudah sekali menerima tawaran-tawaran menarik dan menggiurkan. Tawaran itu bisa saja menghilangkan tekanan hidup itu sementara atau justru menambahkannya. Tetapi itu nampaknya tidak menjadi masalah bagi para bidan. Di tengah tekanan raja Firaun, mereka justru masih dapat menaati apa yang diperintahkan oleh Allah. Mereka membiarkan anak-anak Ibrani untuk hidup dengan alasan yang mereka buat sendiri. Terkadang kita mulai kehilangan arah dalam menghadapi tekanan. Tetapi ternyata belajar dari apa yang diperoleh oleh para bidan di dalam cerita itu, ternyata Allah masih terus memberikan rahmat-Nya yang berbuah. Tetapi kita terkadang j...

Bertanggung Jawab adalah Obat terhadap Dendam

Kejadian 50:19-21  Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. Oleh : Philipus Vembrey Hariadi Rasa dendam merupakan rasa yang timbul dari dalam diri kita saat menerima perlakuan dan perkataan yang mungkin diterima dari luar diri manusia. Rasa dendam akan ditimbun ketika rasa itu sudah dibangkitkan oleh pihak lain di luar diri. Tetapi rasa ini ternyata merupakan rasa yang justru membuat karakter dan kepribadian kita berubah. Kita menjadi seperti singa yang menunggu mangsanya lengah. Ketika lengah, maka akan diterkam dan dicabik-cabik secara membabi buta. ...