Langsung ke konten utama

Postingan

Masihkah Kamu Mendengarkan dan Melakukan?

Gambar: http://www.sarapanpagi.org "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini." (Kel 24:8) Ada orang yang mengikat janjinya dengan cara berkata, "sumpah". Ada juga beberapa orang yang memegang teguh janjinya dengan cara menandatangani surat kontrak. Mengapa demikian? Janji merupakan suatu yang penting. Entah itu ucapan atau pun juga suatu perjanjian. Di dalam kutipan kitab Kel 24:8 di atas kita melihat bahwa perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel merupakan momen yang penting dan bernilai tinggi. Itu terlihat dari perbuatan yang dilakukan oleh Musa. Ia memercikan darah hewan korban bakaran dan mengucapkan perjanjian itu di hadapan bangsanya dan Allah sendiri. Mulai dari kapan? Saat terucap ungkapan seperti ini, "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan." (Kel 24:7). Dari sanalah perjanjian antara Allah dan manusia dimulai. Kita juga sudah mengucapkan janji. Tetapi bukan dengan...

Hadiah atas Kesetiaan

Gambar: blog.tokopedia.com “Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia” (Kel 23:21)  Ada kisah menarik yang saya kutip dari situs tribunnewsbogor.com tanggal 6 September 2016. Tokoh utama dari cerita tersebut ialah Elisabeth Davis. Siapa itu Elisabeth Davis? Mari kita baca mengenai Elisabeth Davis yang saya maksudkan itu. Jika banyak lansia yang ingin menikmati masa tuanya, hal itu tidak terjadi pada perempuan ini. Rambutnya sudah memutih dan umurnya tidak muda lagi. Di umurnya yang menyentuh angka 99, ia masih menjadi seorang pegawai suatu perguruan tinggi. Dilansir dari ABC News, Elisabeth Davis baru saja merayakan 80 tahun masa kerjanya. Pekerjaannya juga bukan pekerjaan asal-asalan. Ia berprofesi sebagai sekretaris pada sebuah sekolah di Culver Academies, di Culver, Indiana, Amerika Serikat. Pekerjaannya ini adalah pekerjaan pertamanya s...

Bukti Perlindungan Allah melalui Pengalaman

Gambar: http://www.akuinginsukses.com/ “Tiga kali setahun haruslah engkau mengadakan perayaan bagi-Ku. Hari raya Roti Tidak Beragi haruslah kaupelihara; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi, seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu, pada waktu yang ditetapkan dalam bulan Abib, dalam bulan itulah engkau keluar dari Mesir, tetapi janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa. Kaupeliharalah juga hari raya menuai, yakni menuai buah bungaran dari hasil usahamu menabur di ladang; demikian juga hari raya pengumpulan hasil usahamu dari ladang. Tiga kali setahun semua orangmu yang laki-laki harus menghadap ke hadirat Tuhanmu TUHAN.” (Kel 23:14-17) Masa lalu, merupakan rentetan kisah yang pernah kita alami selama ini. Di dalam kisah itu ada yang sedih atau ada juga yang menggembirakan. Jika kita mengenang suatu peristiwa bersama teman, sahabat atau pun pasangan hidup. Di sana mungkin kita akan mengalami suatu perasaan yang bisa saja sangat menyen...

Kabar Bohong

gambar: http://komputerlamongan.com “Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.” (Kel 23:1) D alam satu permasalahan, biasanya ada dua sisi yakni kebenaran dan kebohongan. Seperti biasanya, kedua sisi tersebut melakukan pembelaan masing-masing. Pihak yang bersalah mencari cara agar luput dari kesalahannya atau memperingan hukuman yang harus diterimanya. Bahkan pihak yang bersalah tersebut sampai mampu menyebarkan kabar bohong atau mencari bantuan orang lain agar dapat menjadi saksi yang tidak benar untuk mengatasi permasalahannya itu. Perbuatan yang di ungkap di atas adalah sangat tidak dibenarkan oleh Allah. Allah menyampaikan itu melalui 10 Perintah Allah: “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu” (Kel 20:16). Itu merupakan penegasan sikap Allah terhadap kebohongan. Mengapa demikian? Karena dengan itu adalah salah satu bentuk untuk menjaga kekudusan diri kita dan Allah. Oleh seb...

Menjadi Orang-orang Kudus bagi Allah

Gambar:  Isi Good “Haruslah kamu menjadi orang-orang kudus bagi-Ku: daging ternak yang diterkam di padang oleh binatang buas, janganlah kamu makan, tetapi haruslah kamu lemparkan kepada anjing.” (Kel 22:31) Dalam memilih makanan pasti kita menginginkan makanan yang sehat dan nikmat. Oleh sebab itu, dalam menyiapkan makanan pasti kita menyiapkannya dengan baik. Hal itu dilakukan agar kita mendapatkan makanan yang siap dimakan dengan nikmat dan berguna bagi tubuh. Dalam ayat 31 dari kitab Keluaran, kita diberitahukan oleh Allah melalui perintah-Nya kepada bangsa Israel. Allah meminta kepada bangsa Israel untuk menghindari makanan yang diterkam di padang oleh binatang buas. Makanan jenis itu seharusnya diberikan kepada anjing. Mengapa demikian? Menurut kitab Im 17:15 dinyatakan bahwa “Dan setiap orang yang makan bangkai atau sisa mangsa binatang buas, baik ia orang Israel asli maupun orang asing, haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis samp...

Perlakuan terhadap Orang Asing

Gambar:  Jejak-Jejak Langkah.. “Janganlah kautindas atau kau tekan seorang orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di Mesir.” (Kel 22:21) Orang asing itu seperti apa? Orang asing itu datang ke tempat yang belum diketahuinya dan tidak ada yang dikenalnya. Itu adalah orang asing. Orang asing itu tidak mengetahui ke mana dia akan pergi. Orang asing itu belum mengetahui apa yang harus dilakukan jika bertemu orang lain di jalan. Orang asing itu enggan untuk berbicara dan membuka jalur komunikasi. Itulah orang asing. Namun kenapa kita diminta untuk tidak menindas orang miskin? Dahulu bangsa Israel pernah mengalami menjadi orang asing di Mesir. Pengalaman itu adalah pengalaman yang kurang mengenakkan bagi bangsa Israel. Di mana mereka tidak diperlakukan dengan manusiawi. Atas dasar itulah Allah menghendaki kepada bangsa Israel untuk tidak memperlakukan orang asing dengan tekanan atau penindasan. Hal itu harus dilakukan karena seperti yang ditegaskan di ayat 27, yak...

Hindari Berhala

Gambar:  suratbarasih.blogspot.com “Siapa yang mempersembahkan korban kepada allah kecuali kepada TUHAN sendiri, haruslah ia ditumpas.” (Kel 22:20) Di dalam adat istiadat dan pandangan religius bangsa Yahudi, mempersembahkan korban kepada allah lain merupakan dosa berat. Ada begitu banyak baal atau allah-allah lain yang muncul dalam sejarah bangsa Yahudi. Seluruhnya memiliki sifatnya masing-masing. Namun yang perlu ditekankan di dalam itu semua ialah ketika mengadakan penyembahan kepada allah lain atau berhala, maka di sana ada hal-hal yang dilupakan oleh bangsa Yahudi. Hal-hal itu yang paling utama ialah kasih yang dimaksudkan oleh Allah sendiri. Dalam kutipan dari kitab keluaran yang kita bahas hari ini terlihat jelas bahwa sanksi yang diberikan bagi pribadi yang melakukan berhala ialah ditumpas. Ditumpas dalam artian dijatuhi hukuman mati dengan cara dilempari batu hingga mati (Ul 17:2-7). Dari hal tersebut timbul satu pertanyaan, apakah Allah sedemikian sadisnya hi...