Langsung ke konten utama

Postingan

Bimbingan Allah

Gambar: https://dailydependence.files.wordpress.com “A ku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketentraman kepadamu.” (Kel 33:14) Dalam hidup ini terkadang kita ragu jika Tuhan sungguh-sungguh membimbing kita. Karena mungkin terkadang kita salah memilih dalam memutuskan sesuatu hal. Karena mungkin kita merasa bahwa kita selalu mengalami kesusahan dibandingkan dengan kebahagiaan dalam sifat materi. Karena mungkin kita sering mendapat rintangan berat saat ingin mencapai tujuan besar dalam hidup kita. Hal seperti itu juga dirasakan oleh Musa dalam kisah Kel 33:1-23. Di dalam kisah tersebut Musa meminta Allah langsung memberikan perlindungan bagi bangsanya saat berjalan. Tetapi Allah juga sudah memberikan penjelasan kepada Musa, bahwa Ia sendiri yang melindungi bangsa yang tegar tengkuk itu. Selama ini juga kita selalu dilindungi dan dibimbing oleh Allah. Ketika kita susah, kita tidak sampai mengalami kesusahan yang teramat sangat. Ketika kita merasa mengalami masalah yang...

MEMBAGIKAN CAHAYA

http://gaulfresh.com K amu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. (Mat 5:14-15) Terang, bicara soal terang kita tentu teringat pada apa yang dinamakan dengan lampu. Apa tugas lampu dalam ruangan yang ada di rumah kita? Lampu itu bertugas memberi penerangan sehingga, seluruh ruangan menjadi terang dan terlihat. Tugas dari lampu itu juga membuat segala sesuatu yang sulit dicari dalam kegelapan dapat ditemukan. Jika tanpa lampu, maka mungkin kita tidak akan mudah menemukan barang-barang yang kita cari dalam sebuah ruangan. Tuhan Yesus dalam kutipan bacaan Injil di atas memberikan kita tugas. Tugas bahwa kita harus menjadi terang. Terang yang dimaksud itu ialah memberikan penerangan bagi semua orang. Agar segala sesuatu di dalam kehidupan ini dapat ditemukan melalui perantaraan terang yang terdapat dalam diri kita. Se...

Sabda Bahagia

Ketidaksabaran dan Keinginan

Gambar: https://id.wikipedia.org Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir?kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia." (Kel 32:1) Seorang pemuda, ia memiliki impian untuk menjadi seorang pemimpin di perusahaan tempatnya bekerja. Oleh karena ambisi dan ketidaksabarannya, ia pergi menemui seorang ahli kelenik untuk mewujudkan impiannya. Saat pertemuannya itu, ahli kelenik tersebut menyatakan bahwa “kamu bisa menjadi pimpinan dari perusahaan itu seandainya kamu berani mengorbankan anak terakhir yang dikandung dari isterimu sendiri.” Pemuda tersebut mempertimbangkan dengan baik dan berhati-hati. Hingga pada akhirnya ia pun menyetujui persyaratan yang diajukan. Alhasil di kemudian hari, karier pemuda tersebut perlahan-lahan semakin ...

Terang

Menjadi yang "Terdahulu"

Gambar: https://margonolucas.wordpress.com L alu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." (Mrk 9:35) Di dalam sebuah organisasi atau negara selalu ada ambisi yang timbul dari beberapa orang atau golongan untuk memimpin. Mereka melakukannya dengan beberapa cara yang pada umumnya dilakukan setiap kali di dalam pemilu. Mereka bisa melakukan kampanye dengan menggunakan massa. Mereka juga bisa melakukan aksi baksos. Mereka juga bisa mengeluarkan janji-janji atau slogan yang dapat menjadi rayuan untuk ditempatkan nomor satu dalam hati masyarakat. Namun, nyatanya itu semua terkadang menjadi tindakan-tindakan yang kosong atau hampa. Kutipan ayat di atas mengajak untuk kita merenungi makna dari menjadi “terdahulu”. Terdahulu menurut Yesus bukanlah diwujudkan dengan memenangkan perdebatan. Terdahulu bukan juga dengan m...

Belajar dari Kopi

J awab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Mrk 9:23) Ada sebuah kisah yang saya kutip dari http://www.bijak.web.id , ditelusuri tanggal 20 Februari 2017. Seorang Pria yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku istrinya. Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang istri: keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dsb. Pria muda itu berharap orangtuanya ikut menyalahkan istrinyanya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putranya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan. Di gelas pertama ia masukkan TELUR. Di gelas kedua, ia masukkan WORTEL. Dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya: WORTEL yan...