Langsung ke konten utama

Postingan

Allah ingin Kita Kembali pada-Nya

Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa."  (Kel 20:20) Sering kita mengalami kesukaran di dalam hidup. Sering pula kita mengalami masa-masa sulit yang kadang sulit diselesaikan. Terkadang pula keduanya membuat kita menjadi kehilangan pegangan dan menjadi rapuh dalam menghadapinya. Di saat seperti itu kadang kali kita harus berhadapan dengan apa yang dinamakan dengan putus asa. Di mana seakan-akan tidak ada jalan keluar. Sadarkah kita bahwa melalui pengalaman mengalami kesulitan seperti itu pada dasarnya ada hal yang ingin disampaikan oleh Allah. Allah ingin kita di dalam hidup ini hanya mengandalkan diri-Nya dan bukan yang lain. Terkadang juga Allah ingin menegur kita agar kembali kepada-Nya melalui kesulitan tersebut. Oleh sebab itu, melalui renungan ayat itu, Allah ingin mengajak kita kembali ke dalam pelukan-Nya. Ag...

Pengangkatan Hakim-Hakim

Gambar: beritajogja.id “ A da pun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kau hadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah. Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan. Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap.” (Kel 18:19-21) Menjadi seorang hakim bukanlah tugas yang mudah dan juga bukan tugas yang sukar. Pada jaman ini menjadi seorang hakim haruslah menempuh jenjang perguruan tinggi dan lembaga pendidikan kehakiman lainnya. Proses itu dilakukan untuk menghasilkan sosok-sosok hakim yang mampu menciptakan keadilan dan harapan akan kedamian di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Demikian pun juga yang ingin dilakukan oleh Musa di dalam Kitab Keluaran. Sebagai perwakilan Allah, Musa ingin memberikan y...

Mengucapkan Syukur

www.renunganhariankristen.net “L alu, kata Yitro:”Terpujilah TUHAN, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah; sebab Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir, karena memang orang-orang ini telah bertindak angkuh terhadap mereka.” (Kel 18:10-11) Ungkapan syukur adalah sarana bagi setiap orang untuk mengungkapkan syukur atas peristiwa sedih atau sulit yang pernah dilaluinya. Jika peristiwa sedih telah berhasil dilewati, maka sering kali orang mengucapkan syukur dengan berbagai bentuk. Misalnya dengan doa bersama atau mengadakan makan bersama. Itu semua adalah bentuk ungkapan syukur yang biasa dilakukan oleh hampir banyak orang. Di dalam kisah kitab Keluaran, kita diajak oleh mertua dari Musa, Yitro untuk mengucapkan syukur atas perjuangan dan pembebasan bangsa Israel dari Mesir. Dalam kisah tersebut digambarkan bagaimana Yitro memberikan persembahan korban bakaran dan beb...

Belajar Kerjasama dari Harun dan Hur

"Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang." (Kel 17:10-13). Renungan: Kata kerjasama nampaknya bukanlah kata asing yang jarang sekali kita dengar. Kata tersebut sering kita dengar atau pergunakan dalam rutinitas sehari-hari. Namun, pertanyaannya ialah apakah kita sudah memahami dengan baik makna dari kerjasama itu sendiri? Harun dan Hur melalui bacaan hendak memberikan makna baru di dala...

Allah punya Cara Tersendiri atas Keinginan Kita

Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"  (Kel 17:3) Di dalam kehidupan ini kita sering mengalami bahwa perpindahan atau perubahan situasi dan kondisi hidup membuat menjadi tidak nyaman. Hal itu membawa diri kita ke dalam penolakan kuat terhadap situasi dan kondisi yang ada. Tidak jarang kita pun menanggapinya dengan emosi hingga menyakiti orang-orang yang ada di sekitar kita. Kondisi tersebut juga dialami oleh bangsa Israel yang tengah melakukan perjalanan keluar dari Mesir. Mereka menganggap bahwa tempat dan kondisi sebelumnya adalah tempay dan kondisi yang lebih baik dari yang dialami saat ini. Sehingga di tengah kondisi yang seperti itu mereka meluapkan kemarahan kepada Musa dengan menggugat kehadiran Allah di tengah kondisi yang sulit itu. Namun, Allah sekali lagi membuktikan kehadiran-Nya melalu...

Allah menginginkan Penyerahan Diri

"Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau." (Kel 15:26) Seringkali di dalam kehidupan kita mengalami kesulitan dan kegembiraan. Ketika kita mengalami kesulitan, seringkali emosi masuk di dalamnya. Sehingga mengubah kita menjadi pribadi pemarah dan suka mengeluh. Sedangkan ketika kita mengalami kegembiraan, emosi juga masuk di dalamnya. Sehingga terkadang kita tidak tersadarkan diri. Di sana kita melonjak dan menari. Seperti apa yang dialami oleh bangsa Israel. Ketika mereka berada dalam situasi yang sulit, ketakutan merajai mereka. Tidak henti-hentinya mereka berdoa dan meminta perlindungan dari Allah. Ketika Allah telah memberikan kemudahan, mereka melonjak kegirangan, bernyany...

Janganlah Takut...

Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. (Kel 14:13) Penyesalan terhadap sebuah pilihan terkadang menghantui setiap orang. Karena pada kenyataannya setelah memilih, kita tidak juga kunjung mendapatkan kebahagiaan yang diinginkan. Bahkan yang lebih parahnya lagi, kita justru menyangkal akan janji kebahagiaan yang diberikan oleh Tuhan. Seperti halnya di dalam pengalaman bangsa Israel yang terdapat di dalam Kitab Keluaran 14:1-14. Di dalam cerita itu, kita dapat melihat bagaimana bangsa Israel sepertinya menyesali pilihan yang telah diambilnya karena kesulitan yang tengah dihadapinya. Mereka pun mulai membandingkan jika mereka tetap di Mesir dan menjadi budak, maka mereka tidak akan mati di gurun pasir. Tidak seperti pilihan yang telah diputuskannya kali ini, justru kesulitan ...