Langsung ke konten utama

Postingan

Mewartakan Kebenaran di Tahun 2022

P ada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. (Yoh 1:1-4) Renungan: Teman-teman sekalian. Nilai sebuah kebenaran adalah keselarasan antara pengetahuan dan objek yang disampaikan. Dalam arti lain kebenaran itu dikatakan sesuai dan dapat dibuktikan. Ukurannya jelas yakni sesuai. Segala sesuatu yang dinyatakan memiliki kebenaran ialah yang diungkapkan dapat dibuktikan secara benar. Misalnya, seseorang yang memberikan kesaksian dengan nilai kesaksian dapat dikatakan mengandung nilai kebenaran jika itu sesuai dengan fakta-fakta dan sesuai. Itulah kebenaran. Hari ini kita diajak oleh Yohanes Penginjil untuk mengenal Yesus Kristus. Di mana digambarkan oleh Yohanes Penginjil bahwa Yesus itu adalah Fiman itu sendiri yang sudah ada se...

Beriman Menurut Maria, Yusuf dan Simeon

"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." (Luk 2:29-32) Renungan: Teman-teman sekalian. Menjadi orang tua dari calon orang terkenal atau berkuasa tentu menjadi keistimewaan. Dengan demikian, maka orang tua itu akan mendapat beraneka kemudahan dan hal-hal istimewa lainnya. Orang tua juga dapat menikmati rejeki yang datang dari keterkenalan dan kekuasaan yang akan dimiliki oleh anaknya. Tidak demikian dengan Yusuf dan Maria. Meski mereka mengetahui bahwa anaknya memiliki keistimewaan. Itu tidak menjadi satu alasan bagi mereka untuk meninggalkan tradisi. Mereka tetap melakukan pentahiran terhadap diri anaknya sesuai dengan tertulis dalam hukum Tuhan. Meski memiliki anak yang kelak akan menjadi besar. Maria dan Yusu...

Memberi dari Kekurangan

Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." (Luk 21:3-4) Renungan: Teman-teman yang dikasihi Tuhan. Memberi dari kekurangan. Mungkin bagi kita adalah suatu hal yang menjadi sangat sulit. Karena di saat kita kekurangan, kita harus memberi. Ada hal yang terkadang mengganjal pikiran dan hati kita. “Beri gak ya… nanti kalau gue beri, gue gak bisa nambah tabungan buat beli handphone. Kalau gak gue beri, dia gak bisa makan.” Pikiran seperti itu yang terkadang menghantui ketika kita berada di dalam situasi ingin memberi. Hal itu tidak terjadi oleh seorang janda miskin di dalam bait Allah. Seorang perempuan dikacamata masyarakat Yahudi adalah warga kelas dua. Kurang mendapat tempat dan perhatian. Apalagi perempuan itu seorang janda. Tentu semakin tidak mendapat tempat ...

Mengembangkan Anugerah Allah

Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku." (Luk 19:26-27) Renungan: Teman-teman yang dikasihi Tuhan. Apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang atlit professional? Berlatih dan terus berlatih. Meski tidak ada perlombaan? Iya, karena dengan berlatih maka baik kelebihan dan kelemahan yang kita miliki dapat terlihat. Dengan cara seperti itu, kita akan semakin mengetahui hal-hal yang harus dilengkapi agar semakin baik dari yang sebelumnya. Di tengah perjalanan menuju Yerusalem, Yesus memberikan perumpamaan seorang raja yang akan dinobatkan dan tiga orang hamba. Raja itu memberikan mina kepada ketiga hambanya. Dengan harapan bahwa mina itu bisa dikembangkan. Itu terjadi pada hamba yang pertama dan kedua. Hamba pertama menghasilkan...

Menyikapi Keberdosaan dengan Kasih

K ata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Luk 19:9-10) Renungan: Teman-teman yang dikasihi Tuhan. Kita mungkin terkadang mendengar atau mengalami dilarang berteman dengan teman yang tidak sepaham dengan orang lain. Kita pun terkadang melawan larangan tersebut. Sehingga pada akhirnya kita dapat memahami bahwa hubungan mereka tidak harmonis. Ternyata teman yang sedang dijauhi ini sedang mengalami permasalahan dalam keluarga. Oleh karena itu ia justru lebih fokus kepada permasalahan keluarganya. Zakheus adalah seorang pemungut cukai. Ia memiliki tubuh yang pendek. Profesinya adalah sebagai kepala pemungut cukai. Sebagai seorang kepala pemungut cukai, makai a bertugas untuk memantau bagaimana pegawainya menjalankan pemungutan cukai. Profesi ini pada saat itu sangat dibenci oleh masyarakat. Karena mereka mengambil cukai besar dari penghasila...

Semakin Keras Berusaha dan Berdoa

L alu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:"Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!" (Luk 18:40-41) Renungan: Teman-teman yang dikasihi Tuhan. Ketika kita ingin berhasil dalam hal pembelajaran atau apa pun yang sedang digeluti. Pasti kita senantiasa bertemu dengan rintangan. Entah itu rintangan kecil maupun besar. Namun, itu semua kembali kepada bagaimana kita menyikapinya. Jika kita berusaha semakin keras, maka suatu rintangan yang besar pun akan dapat dilewati. Hari ini orang buta menunjukkan keberhasilannya bertemu dengan Yesus. Ia sangat mengenal Yesus. Hal itu ditunjukannya dengan sapaan “Anak Daud”. Sapaan yang istimewa diberikan kepada Yesus saat itu. Namun, ia mendapat hambatan. Orang buta ini dihambat oleh orang yang berjalan di depannya dengan meminta untuk diam. Namun, justru ia tidak diam. Ia berteriak semaki...

Terpilih untuk Menjadi Berkat

K etika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. (Luk 6:13-16) Renungan: Teman-teman yang terkasih. Menjadi terpilih adalah suatu tugas baru bagi seseorang. Ketika seseorang terpilih. Entah itu menjadi seorang manajer atau menjadi pemimpin. Di balik keterpilihan seseorang ada reward dan tanggung jawab di dalamnya. Reward adalah seluruh susah payah yang telah dijalankannya. Tanggung jawab adalah unsur yang menyertai reward di dalamnya. Ketika level suatu reward didapatkan, maka akan disertai dengan meningkatnya tanggung jawab. Yesus hari ini memilih kedua belas rasul. Dengan terpilihnya kedua belas rasul tersebut, maka kedua belas orang itu pun m...