Langsung ke konten utama

Postingan

Iman yang Diwujudkan

Gambar : unsplash.com Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" (Luk 7:9) Renungan : Teman-teman yang terkasih, apakah tampilan dari seorang yang beriman hanya cukup sampai pada hidup yang dipenuhi dengan doa dan beribadat saja? Jawabannya, tidak. Ketika seseorang beragama dan beriman. Maka tugas utamanya ialah mewujudkan iman yang ada di dalam dirinya. Bukan hanya kepada Allah tetapi juga kepada manusia. Mengapa kepada manusia? Karena bagaimana mungkin kita percaya bahwa Allah itu kasih tetapi kita sendiri tidak menampilkan sosok yang penuh kasih di dalam hidup itu. Itulah yang ditampilkan oleh perwira Roma yang kita baca pada hari ini. Perwira ini sangat mempercayai Yesus. Itu diwujudkan dengan mengutus para hambanya untuk bertemu dengan Yesus. Ia ingin bahwa hambanya dapat disembuhkan da...

Membiarkan Diri Dibimbing Allah

Gambar : unsplash.com "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." ( Mat 6:1-4) Renungan: Ada tiga hal yang ingin ditekankan oleh Yesus yakni mengenai kewajiban keagamaan, memberi sedekah dan berpuasa. Ketiga hal ini sering dijalankan atau dipraktekkan oleh orang-orang saat itu. Tujuannya ialah pertobatan dan perubahan perilaku baik di dalam kehidupan rohani maupun sosial. Ketiga hal itu ...

Mengosongkan Diri

"I ngatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." ( Mat 6:1-4) Renungan: Ada tiga hal yang ingin ditekankan oleh Yesus yakni mengenai kewajiban keagamaan, memberi sedekah dan berpuasa. Ketiga hal ini sering dijalankan atau dipraktekan oleh orang-orang saat itu. Tujuannya ialah pertobatan dan perubahan perilaku baik di dalam kehidupan rohani maupun social. Ketiga hal itu pada kenyataannya ...

Berserah dan Percaya

A ku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." (Yoh 21:18) Renungan : Teman-teman yang terkasih. Untuk mempercayai seseorang yang sudah menyangkal kita akan menjadi suatu tugas yang sangat berat. Karena kita harus memperbaiki hati dan penilaian terhadap pribadi tersebut. Namun, bagaimana jika kita sudah memiliki pengelihatan bahwa orang yang dekat dengan kita saat ini akan menyangkal kita. Reaksi yang akan muncul tentu kita sangat terkejut dengan hal tersebut. Kita pun akan berupaya sekeras mungkin untuk mencegah hal tersebut terjadi. Di dalam bacaan Injil    Yoh. 21:15-19 mengisahkan di mana Yesus bertanya dan meminta tanggapan kepada Petrus sebanyak tiga kali. Point dari pertanyaan Yesus kepada Petrus ialah "apakah Petru...

Menjadi Ranting-Nya

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh 15:5) Renungan : Teman-teman yang terkasih, terkadang ketika kita menghadapi permasalahan dalam hidup. Di saat kita mengalami permasalahan tersebut ada begitu banyak saudara dan teman yang memberikan saran. Ada yang pada akhirnya terselesaikan. Namun, tidak jarang ada juga yang justru semakin besar. Kita pun bingung. Apalagi jika masalah itu menyangkut dengan budaya orang lain. Di dalam kutipan Injil ini, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pokok anggur. Pernahkah Anda tahu mengenai pokok anggur? Pokok anggur itu adalah tempat di mana pohon itu menumbuhkan ranting dan buah. Dengan perumpamaan bahwa Yesus adalah pokok anggur. Yesus mengajak kepada semua orang beriman menjadikan dirinya sebagai pokok. Dengan menjadikan-Nya sebagai pokok maka semua orang beriman dapat berkembang dan berbuah.   Tem...

Peduli bersama Allah

  Renungan yang diinspirasi dari Injil  Yoh 6:1-15  

Semakin Mengenal Yesus untuk Bersaksi

B arangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yoh 3:36) Renungan: Pembaca yang terkasih. Sebuah kesaksian akan sangat berguna jika kesaksian tersebut disampaikan atau pun diajarkan kepada semua orang. Tentunya kesaksian itu tanpa mengabaikan nilai kebenaran. Dengan kesaksian itu tentunya memiliki harapan akan perkembangan bagi orang yang menerimanya. Sehingga, setelah kesaksian itu diberikan pun akan muncul suatu peneguhan di dalam diri orang yang menerimanya. Dalam Injil episode ini, digambarkan diayat sebelumnya bahwa terjadi perselisihan di antara para murid Yohanes mengenai Yesus. Di dalam perselisihan itu dibahas mengenai siapa Yesus. Maka Yohanes pun memberikan kesaksian tentang diri Yesus. Di dalam kesaksian itu, Yohanes memberikan gambaran bahwa Yesus melebihi dirinya. Yohanes menyatakan bahwa Yesuslah yang lebih besar dari dirinya. Yohanes...