"Mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki." (Kel 21:24)
Apa yang akan Anda lakukan jika Anda mendapat perlakuan kasar? Hanya ada dua jawabannya. Pertama, Anda bersikap sabar dan tidak melakukan apa-apa. Kedua, membalas perlakuan kasar tersebut. Pandangan kedua ini mewakili hampir ideologi dari yang terkandung di dalam Kitab Suci.
Jika mendapat perlakuan kasar, maka "gigi harus ganti gigi". Padahal jika ditelusuri lebih mendalam dari kehendak Penciptanya. Di sini Allah bukan bermaksud untuk menurunkan perintah melakukan balas dendam. Melainkan Allah berkehendak bagi kita untuk tetap berpedoman kepada kasih. Karena di dalam kasih, maka kehendak untuk melakukan kekerasan bagi orang lain akan terus dan terus berkurang. Bahkan sampai dengan hilangnya keinginan untuk melakukan kekerasan atau perbuatan yang merendahkan martabat orang lain.
Sekarang Allah mengajak kita untuk selalu melakukan segala sesuatunya melalui kasih. Dengan menjadikan kasih sebagai dasar dalam berpikir, berkata dan bertindak, maka kita akan menutup seluruh keinginan untuk berbuat curang, tidak adil dan bahkan merendahkan martabat sesama kita.
D alam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai ...
Komentar
Posting Komentar