Langsung ke konten utama

Postingan

BERJAGA-JAGA DAN BERBUAT BAIK SENANTIASA

Gambar:  islamidia.com Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka. (Luk. 12:37-38) Renungan: Bapak, ibu dan teman-teman. Jika kita dalam kondisi waspada tentunya memiliki tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi. Ketika melihat gerakan yang sedikit mencurigakan, kita bergegas meresponnya. Menghampiri dan mengeceknya. Apalagi ketika terdengar sedikit bunyi-bunyian yang mencurigakan. Kita akan bergegas menyikapi bunyi-bunyian tersebut. Memastikan bahwa bunyi-bunyian itu bukanlah sesuatu yang berbahaya. Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita akan pentingnya sikap berjaga-jaga. Berjaga-jaga terhadap apa? Terhadap datangnya Kerajaan Allah dalam hidup kita. Kerajaan Allah dalam pengertian i...

BIJAK MEMENUHI KEKAYAAN DUNIAWI

Gambar: http://pa-nurulislam.blogspot.com Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah. (Luk. 12:20-21)  Renungan: Bapak, ibu dan teman-teman yang dikasihi Tuhan, Kekayaan merupakan impian yang sering menjadi target utama bagi banyak orang. Dengan kekayaan mereka dapat membeli apa pun. Mulai dari sepatu yang seharga satu jutaan hingga puluhan juta. Bahkan pertemanan pun dapat dibeli. Mengapa bisa dibeli? Karena menurut mereka dengan kekayaan, maka akan ada begitu banyak orang yang senang berteman dengan dirinya. Bahkan sampai ada yang ingin membeli kebahagiaan dirinya sendiri. Entah itu membeli barang-barang yang dekat sekali dengan hobinya atau pergi wisata ke negara impiannya. Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus memberikan nasihat...

Membaca Kitab Suci dan Melaksanakannya

Gambar: http://manado.tribunnews.com Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Luk. 11:28) Renungan:  Bapak, ibu dan teman-teman terkasih, di bulan September yang lalu kita sudah menjalankan Bulan Kitab Suci Nasional. Apa tujuan dari diadakannya Bulan Kitab Suci Nasional? Tujuannya ialah agar umat semakin rajin membaca dan menjalankan apa yang diajarkan oleh Kitab Suci. Di samping itu juga agar kita semakin mampu untuk mencintai kitab suci sebagai pedoman kehidupan umat kristen. Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus membalas ungkapan dari seorang ibu yang menyatakan bahwa "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau." Tuhan Yesus membalas ungkapan ibu tersebut dengan menyatakan yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” Tuhan Yesus ingin agar kita rajin untuk membaca, memahami dan melaksanakan apa yang diajarkan oleh Kitab...

DUA SYARAT MASUK KE DALAM KERAJAAN SURGA

Gambar: pinterest.com Lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. (Mat. 18:3-4) Renungan: Teman-teman terkasih, apa yang paling dicari oleh orang kebanyakan? Jawabannya beragam, jika orang tersebut sedang menginginkan harta. Maka yang paling dicari ialah harta. Berbeda lagi jika pertanyaan itu diberikan kepada orang yang menginginkan kekuasaan. Maka jawabannya ialah kekuasaan. Lalu, bagaimana jika orang itu menginginkan kebahagiaan? Teman-teman, hari ini Tuhan Yesus berpesan kepada kita bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga itu ada dua syaratnya. Pertama, adalah merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil. Merendahkan diri sama dengan rendah hati. Apa sih maksudnya rendah hati? Meski seseorang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih, i...

Kebaikan harus tetap dijalankan

Gambar: http://www.nu.or.id "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. (Luk. 8:16) Renungan: Teman-teman terkasih, selama ini kita pastinya sering berbuat baik kepada sesama. Entah itu kepada orang tua, saudara, tetangga dan bahkan kepada teman-teman sekalian. Namun, sayangnya perbuatan baik itu menjadi tidak berjalan dengan baik lagi dikarenakan pernah bersentuhan dengan pengalaman yang kurang mengenakkan. Entah itu rasa kesal, sakit hati dan perbuatan jahat yang pernah diterima selama perjumpaan dengan orang tua, saudara, tetangga dan bahkan teman-teman. Tuhan Yesus hari ini berpesan kepada kita melalui perumpamaan pelita. Apa itu pelita? Pelita adalah menyerupai obor. Pelita biasa dipergunakan untuk menerangi rumah dan juga dipergunakan saat perjamuan kawin. Mengapa Tuhan Yesus mengumpamaka...

Menangkal Iri Hati

Gambar: https://id.wikipedia.org Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: (Mrk. 9:35-36) Renungan: Teman-teman terkasih, masih ingatkah kita pada akhir kehidupan dari seorang anak bernama Habel? Ia tewas di tangan saudaranya sendiri yakni Kain. Penyebabnya ialah rasa iri hati yang timbul dari dalam diri Kain. Persembahan yang diberikan oleh Kain tidak pernah diindahkan oleh Allah sedangkan Habel selalu diindahkan. Rasa iri ini yang selalu membuat timbulnya dosa. Di dalam diri kita rasa iri juga ada. Apalagi jika bicara mengenai posisi atau jabatan. Pasti rasa iri berkecamuk di dalam diri orang-orang sekelilingnya. Di dalam bacaan dari kitab kebijaksanaan hari ini, kita meli...

Membuang Kebiasaan Lama Memulai Kebiasaan Baru

Gambar: http://assananygo.blogspot.com Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (1Kor 5:7-8) Renungan: Teman-teman terkasih, mungkin selama ini kita memiliki kebiasaan-kebiasaan yang disenangi oleh ayah, mama, adik dan teman-teman. Misalnya, membantu mereka di saat mereka membutuhkan. Namun, ada juga kebiasaan yang ternyata tidak disukai oleh mereka. Misalnya, berbohong dan mengejek sampai sungguh-sungguh menyakitkan hati kakak, adik, atau teman-teman lainnya. Hari ini kita diajak untuk bertemu dengan Rasul Paulus dalam sapaannya kepada jemaat di Korintus. Di dalam suratnya, Paulus menegaskan kepada para jemaat untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan kejahatan. Paulus ingin a...