Langsung ke konten utama

Belajar untuk Rendah Hati

"Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Luk. 14:11)"

Renungan:Di dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita menemukan orang cenderung tinggi hati. Mereka seringkali menganggap dirinya lebih hebat dari orang lain. Bahkan, mereka cenderung menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya. Terkadang kita pun juga demikian. Karena tergoda ingin merasa dihormati, maka terkadang kita juga cenderung bersikap demikian. Mencoba berusaha sendiri seakan-akan orang lain tidak bisa melakukannya.

Yesus hari ini memberi pesan kepada kita, “barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Mengapa demikian? karena dengan merendahkan diri, kita akan lebih cenderung dihormati ketimbang dengan orang yang banyak bicara dan sepertinya ingin sekali dihormati. Allah pun justru memandang orang yang merendahkan dirinya dibandingkan orang yang meninggikan dirinya.

Cherie Carter-Scott, Ph. D. dalam: BILA HIDUP SEBUAH PERMAINAN: INILAH ATURANNYA menuliskan,”Banggalah atas diri Anda sendiri dan apa yang berhasil Anda capai. Namun, bila Anda mendapati diri Anda menyimpan pikiran-pikiran tersembunyi berisi kesombongan atau keangkuhan, ingatkan diri sendiri tentang pelajaran kerendahan hati sebelum alam semesta memperingatkan Anda. Dengan demikian pelajaran itu tidak akan terlalu terasa menyengat.” Marilah kita menjadi pribadi yang lebih rendah hati dan pribadi yang lebih baik lagi untuk menjadi hamba-Nya yang setia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teguran adalah Kasih

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." (Luk. 17:3-4) Renungan: Kita sering melihat orang tua, kakak atau adik, teman atau sahabat berbuat salah. Tetapi, mereka tidak menganggap bahwa perbuatan itu adalah salah. Lalu, kita yang melihat bahwa perbuatan itu salah hanya diam. Karena kita menganggap bahwa itu urusan dia dengan Tuhan. Mereka pun semakin lama semakin sering berbuat salah dan bahkan ketika ditegur, mereka menjawab lebih galak dan lebih keras dari kita yang menegurnya. Tuhan Yesus hari ini mengingatkan pada kita bahwa jika ada saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia. Mengapa harus ditegur? Karena jika hanya menganggap bahwa itu adalah urusan Tuhan, maka kita membuat kesalahan. Yang pasti dari seluruh kisah Kitab Suci, baik itu Perjanjian Lam...

Allah itu Pengasih bukan Pendendam

Gambar: bagas.org K embalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.   (Yer 3:14) Renungan: Teman-teman yang terkasih, apa jadinya jika ada seorang laki-laki atau perempuan yang dikhianati oleh pasangannya? Jikalau kita melihat fenomena pada jaman sekarang. Mungkin bisa jadi orang yang tersakiti hanya akan update status. Isinya tentang kegalauan terus menerus. Atau membuat konten tiktok yang berisi kegalauan juga. Ya… sepertinya ada banyak cara yang bisa diungkapkan oleh orang-orang yang pernah tersakiti. Namun, jika kita berbicara mengenai sakit hati. Kita tidak hanya sampai pada bagaimana orang mengungkapkan atau mengekspresikan diri dari hati yang tersakiti itu. Namun juga kita berbicara mengenai dampak di masa depan. Inilah yang juga turut perlu diberikan perhatian. Dalam sebuah artikel di situs kom...

ALLAH AKAN MEMBERIKAN ANUGERAH

"Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku." (Kej 21:6) Oleh Philipus Vembrey Hariadi Dalam menghadapi setiap masalah, terkadang kita terlalu mengandalkan diri sendiri. Ketika kita menghadapi benturan yang keras dalam masalah tersebut, kita mengalami kebuntuan. Seakan-akan kita tidak lagi mampu berbuat apa pun. Padahal dalam masalah tersebut, kita diajak berkembang bersama sesama dan Allah. Tetapi terkadang kita lupa akan hal tersebut, sehingga kita merasakan bahwa masalah itu berat. Di sana kita terkadang terjebak pada satu pemikiran bahwa tidak mungkin saya bisa meninggalkan masalah tersebut. Kita pun menolak tindakan dalam penyelamatan dalam menghadapi masalah itu. Di dalam Kitab Kejadian bab 21, Allah membuktikan janji kepada Abraham. Sara mengandung seorang anak dan anak tersebut diberikan nama Ishak. Sara tidak mempercayai anugerah itu, sehingga Sara menyatakan bahwa semua orang yang mendengar hal tersebut seakan tidak...