Langsung ke konten utama

Meniru sikap Yesus terhadap Penolakan

Gambar: kerjayuk.com
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." (Mat 13:57)

Renungan:
Teman-teman yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, siapa yang pernah merasakan penolakan? Mungkin semua dari kita pernah mengalaminya. Kita pernah ditolak untuk memberikan bantuan. Kita pernah ditolak untuk memberikan nasihat. Mungkin juga kita pernah ditolak oleh orang-orang yang kita kasihi. Seperti di dalam keluarga, masyarakat atau komunitas kita. Lalu, bagaimana kita seharusnya menyikapi penolakan?

Teman-teman, kita dapat belajar dari sikap Tuhan Yesus pada hari ini. Meski Tuhan Yesus pada hari ini mengalami penolakan. Tuhan Yesus ditolak di kampung halaman-Nya sendiri. Mengapa Tuhan Yesus ditolak? Karena banyak dari penduduk di sana telah mengetahui latar belakang diri-Nya. Bahwa Tuhan Yesus adalah keturunan dari seorang tukang kayu. Hal ini menjadi juga yang menjadi pangkal penolakan terhadap diri-Nya. Tetapi meski ditolak, Tuhan Yesus tidak membenci mereka.

Teman-teman terkasih, penolakan itu memang suatu tindakan yang kurang menyenangkan. Namun, itu bukan berarti penolakan merupakan sesuatu hal yang harus kita hindari. Karena di dalam penolakan itu meski dengan alasan apa pun Kerajaan Allah hadir di dalamnya. Karena dengan penolakan, kita belajar untuk menerima orang lain. Karena dengan penolakan, kita menjadi tahu bagaimana seharusnya memperlakukan orang lain dengan seharusnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teguran adalah Kasih

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." (Luk. 17:3-4) Renungan: Kita sering melihat orang tua, kakak atau adik, teman atau sahabat berbuat salah. Tetapi, mereka tidak menganggap bahwa perbuatan itu adalah salah. Lalu, kita yang melihat bahwa perbuatan itu salah hanya diam. Karena kita menganggap bahwa itu urusan dia dengan Tuhan. Mereka pun semakin lama semakin sering berbuat salah dan bahkan ketika ditegur, mereka menjawab lebih galak dan lebih keras dari kita yang menegurnya. Tuhan Yesus hari ini mengingatkan pada kita bahwa jika ada saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia. Mengapa harus ditegur? Karena jika hanya menganggap bahwa itu adalah urusan Tuhan, maka kita membuat kesalahan. Yang pasti dari seluruh kisah Kitab Suci, baik itu Perjanjian Lam...

Allah itu Pengasih bukan Pendendam

Gambar: bagas.org K embalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.   (Yer 3:14) Renungan: Teman-teman yang terkasih, apa jadinya jika ada seorang laki-laki atau perempuan yang dikhianati oleh pasangannya? Jikalau kita melihat fenomena pada jaman sekarang. Mungkin bisa jadi orang yang tersakiti hanya akan update status. Isinya tentang kegalauan terus menerus. Atau membuat konten tiktok yang berisi kegalauan juga. Ya… sepertinya ada banyak cara yang bisa diungkapkan oleh orang-orang yang pernah tersakiti. Namun, jika kita berbicara mengenai sakit hati. Kita tidak hanya sampai pada bagaimana orang mengungkapkan atau mengekspresikan diri dari hati yang tersakiti itu. Namun juga kita berbicara mengenai dampak di masa depan. Inilah yang juga turut perlu diberikan perhatian. Dalam sebuah artikel di situs kom...

ALLAH AKAN MEMBERIKAN ANUGERAH

"Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku." (Kej 21:6) Oleh Philipus Vembrey Hariadi Dalam menghadapi setiap masalah, terkadang kita terlalu mengandalkan diri sendiri. Ketika kita menghadapi benturan yang keras dalam masalah tersebut, kita mengalami kebuntuan. Seakan-akan kita tidak lagi mampu berbuat apa pun. Padahal dalam masalah tersebut, kita diajak berkembang bersama sesama dan Allah. Tetapi terkadang kita lupa akan hal tersebut, sehingga kita merasakan bahwa masalah itu berat. Di sana kita terkadang terjebak pada satu pemikiran bahwa tidak mungkin saya bisa meninggalkan masalah tersebut. Kita pun menolak tindakan dalam penyelamatan dalam menghadapi masalah itu. Di dalam Kitab Kejadian bab 21, Allah membuktikan janji kepada Abraham. Sara mengandung seorang anak dan anak tersebut diberikan nama Ishak. Sara tidak mempercayai anugerah itu, sehingga Sara menyatakan bahwa semua orang yang mendengar hal tersebut seakan tidak...