Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Menemukan Penyebab Kedosaan dan Pertobatan Total

Gambar : unsplash.com "S iapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. ( Luk 15:4-6 ) Renungan: Teman-teman yang terkasih, berteman dengan orang yang memiliki kesamaan dalam pemikiran dan perbuatan tentu memiliki kenikmatannya tersendiri. Kita bisa mendiskusikan dengan gaya pemikiran yang sama dan penyikapan secara sama juga. Namun, apakah kita akan mendapatkan cerita dari pengalaman yang berbeda? Tentu tidak.  Demikianlah Yesus hadir di dalam dunia ini. Ia hadir bukan hanya untuk orang yang benar. Yesus hadir di dunia ini untuk me

Mendoakan Mereka yang Sudah Meninggal

Gambar: unsplash.com S emua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yoh. 6:37-40) Renungan: Teman-teman yang terkasih, hari ini Gereja merayakan pengenangan arwah semua orang beriman. Di dalamnya Gereja memberikan tempat kepada seluruh umat beriman untuk mendoakan seluruh anggota keluarga atau pun orang-orang yang dikasihi. Di mana di saat mereka meninggal, jiwanya masih belum bersih. Mereka masih berada di dalam purgatorium. Di sana

Tetap Mewartakan Kerajaan Allah

Gambar : unsplash.com Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.   Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."  (Luk 12:39-40)   Renungan: Teman-teman, untuk mencegah rumahnya mengalami pencurian. Seorang tuan rumah haruslah menjaga kediamannya itu. Atau jika si pemilik rumah memiliki dana yang cukup, tentunya ia akan menggaji seorang pegawai untuk menjaga kediamannya. Upaya itu dilakukannya untuk menjaga terjadinya pencurian dan kehilangan harta benda.   Yesus hari ini mengajak kepada kita semua untuk berjaga. Berjaga yang dikehendaki oleh-Nya bukanlah berjaga ala penjaga rumah kosong. Namun lebih mengarah kepada berjaga bukan sekedar menghindari kehilangan namun menggunakan harta yang juga dimiliki. Yesus menghendaki bagi kita untuk terus menerus mewartakan Kerajaan Allah.   Teman-teman yang terkasih, seringkali semangat kita menjadi kendor dalam m

Jangan Takut untuk Berbuat Baik

Gambar: unsplash.com Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Luk 12:5-7) Renungan : Teman-teman yang terkasih, ketakutan dan kekhawatiran adalah dua hal yang sering kali menghantui diri kita. Terutama ketika kita ingin berbuat baik. Ketakutan dan kekhawatiran senantiasa muncul dalam diri kita. “Apakah kebaikan kita akan diterima? Atau justru kebaikan kita ditolak.” Oleh karena memikirkan hal-hal yang demikian, maka niatan akan berbuat baik pun menjadi tertunda atau bahkan tidak terlaksana. Di dalam kutipan Injil hari ini, kita diajak untuk melihat kualitas dari ketakutan i

Iman yang Diwujudkan

Gambar : unsplash.com Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" (Luk 7:9) Renungan : Teman-teman yang terkasih, apakah tampilan dari seorang yang beriman hanya cukup sampai pada hidup yang dipenuhi dengan doa dan beribadat saja? Jawabannya, tidak. Ketika seseorang beragama dan beriman. Maka tugas utamanya ialah mewujudkan iman yang ada di dalam dirinya. Bukan hanya kepada Allah tetapi juga kepada manusia. Mengapa kepada manusia? Karena bagaimana mungkin kita percaya bahwa Allah itu kasih tetapi kita sendiri tidak menampilkan sosok yang penuh kasih di dalam hidup itu. Itulah yang ditampilkan oleh perwira Roma yang kita baca pada hari ini. Perwira ini sangat mempercayai Yesus. Itu diwujudkan dengan mengutus para hambanya untuk bertemu dengan Yesus. Ia ingin bahwa hambanya dapat disembuhkan da

Membiarkan Diri Dibimbing Allah

Gambar : unsplash.com "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." ( Mat 6:1-4) Renungan: Ada tiga hal yang ingin ditekankan oleh Yesus yakni mengenai kewajiban keagamaan, memberi sedekah dan berpuasa. Ketiga hal ini sering dijalankan atau dipraktekkan oleh orang-orang saat itu. Tujuannya ialah pertobatan dan perubahan perilaku baik di dalam kehidupan rohani maupun sosial. Ketiga hal itu

Mengosongkan Diri

"I ngatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." ( Mat 6:1-4) Renungan: Ada tiga hal yang ingin ditekankan oleh Yesus yakni mengenai kewajiban keagamaan, memberi sedekah dan berpuasa. Ketiga hal ini sering dijalankan atau dipraktekan oleh orang-orang saat itu. Tujuannya ialah pertobatan dan perubahan perilaku baik di dalam kehidupan rohani maupun social. Ketiga hal itu pada kenyataannya

Berserah dan Percaya

A ku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." (Yoh 21:18) Renungan : Teman-teman yang terkasih. Untuk mempercayai seseorang yang sudah menyangkal kita akan menjadi suatu tugas yang sangat berat. Karena kita harus memperbaiki hati dan penilaian terhadap pribadi tersebut. Namun, bagaimana jika kita sudah memiliki pengelihatan bahwa orang yang dekat dengan kita saat ini akan menyangkal kita. Reaksi yang akan muncul tentu kita sangat terkejut dengan hal tersebut. Kita pun akan berupaya sekeras mungkin untuk mencegah hal tersebut terjadi. Di dalam bacaan Injil    Yoh. 21:15-19 mengisahkan di mana Yesus bertanya dan meminta tanggapan kepada Petrus sebanyak tiga kali. Point dari pertanyaan Yesus kepada Petrus ialah "apakah Petru

Menjadi Ranting-Nya

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh 15:5) Renungan : Teman-teman yang terkasih, terkadang ketika kita menghadapi permasalahan dalam hidup. Di saat kita mengalami permasalahan tersebut ada begitu banyak saudara dan teman yang memberikan saran. Ada yang pada akhirnya terselesaikan. Namun, tidak jarang ada juga yang justru semakin besar. Kita pun bingung. Apalagi jika masalah itu menyangkut dengan budaya orang lain. Di dalam kutipan Injil ini, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pokok anggur. Pernahkah Anda tahu mengenai pokok anggur? Pokok anggur itu adalah tempat di mana pohon itu menumbuhkan ranting dan buah. Dengan perumpamaan bahwa Yesus adalah pokok anggur. Yesus mengajak kepada semua orang beriman menjadikan dirinya sebagai pokok. Dengan menjadikan-Nya sebagai pokok maka semua orang beriman dapat berkembang dan berbuah.   Teman-t

Peduli bersama Allah

  Renungan yang diinspirasi dari Injil  Yoh 6:1-15  

Semakin Mengenal Yesus untuk Bersaksi

B arangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yoh 3:36) Renungan: Pembaca yang terkasih. Sebuah kesaksian akan sangat berguna jika kesaksian tersebut disampaikan atau pun diajarkan kepada semua orang. Tentunya kesaksian itu tanpa mengabaikan nilai kebenaran. Dengan kesaksian itu tentunya memiliki harapan akan perkembangan bagi orang yang menerimanya. Sehingga, setelah kesaksian itu diberikan pun akan muncul suatu peneguhan di dalam diri orang yang menerimanya. Dalam Injil episode ini, digambarkan diayat sebelumnya bahwa terjadi perselisihan di antara para murid Yohanes mengenai Yesus. Di dalam perselisihan itu dibahas mengenai siapa Yesus. Maka Yohanes pun memberikan kesaksian tentang diri Yesus. Di dalam kesaksian itu, Yohanes memberikan gambaran bahwa Yesus melebihi dirinya. Yohanes menyatakan bahwa Yesuslah yang lebih besar dari dirinya. Yohanes

Keinginan dan Kesadaran

Diinspirasi dari Injil  Luk. 15:1-3,11-32 .  

Tidak Harus Menghakimi

L alu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat." (Mrk 2:27-28) Renungan: Teman-teman yang baik. Hari Sabat adalah hari yang dikhususkan bagi masyarakat Yahudi. Di mana di hari Sabat adalah hari istirahat. Hari Sabat dirayakan dari saat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat hingga tibanya malam pada hari Sabtu. Perayaan ini dilakukan oleh banyak orang Yahudi dengan berbagai tingkat keterlibatan dalam Yudaisme. Di hari raya ini semua masyarakat tidak melakukan 39 kegiatan yang dicantumkan dalam Talmud. Salah satu kegiatan yang dilarang dalam Sabat ialah memetic gandum. Perbuatan inilah yang termasuk ke dalam salah satu kegiatan yang dilarang dalam Talmud. Oleh sebab itu, orang-orang Farisi menegur Yesus atas perbuatan yang dilakukan oleh para murid-Nya. Namun, Yesus mengkritik teguran itu dengan mengajak mereka kembali kepada kisah Daud. Ditutup dengan pernyataan &quo

Sudahkah Mendekatkan Diri kepada Allah

T idak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula." (Mrk 2:21-22) Renungan: Teman-teman yang baik. Berpuasa adalah praktek keagamaan yang diterapkan oleh masyarakat Yahudi. Tujuan dari berpuasa pada masyarakat Yahudi ialah menjauhkan diri dari Iblis dan mendekatkan diri pada Allah. Ada enam momen di mana masyarakat Yahudi menjalankan puasa sampai sekarang di antaranya ialah puasa Gedaliah, Yom Kippur, Asarah B’Tevet, Esther, Shivah Asar B’Tammuz dan Tisha B’Av. Hari ini Yesus ditegur oleh murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi. Kedua kelompok ini adalah kel

Membantu atau Menghambat?

T etapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" ?berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?: (Mrk 2:8-10) Renungan: Teman-teman yang baik. Di dalam setiap permasalahan seseorang akan selalu menimbulkan dua kubu. Ada pribadi yang memiliki jiwa sosial. Ketika mereka mendengar seorang teman mengalami masalah. Maka mereka segera membantu. Ada juga pribadi yang cenderung memiliki pertimbangan lain. Terkadang pertimbangan tersebut cenderung menghambat dan bahkan tidak membantu sama sekali. Hari ini Yesus berada di Kapernaum. Ketika Ia sedang memberitakan firman kepada orang banyak. Ada empat orang membawa orang lumpuh. Mereka ingin membawa orang lumpuh itu kepad

Doa untuk Pekerja (Bahasa Inggris)

O St. Joseph,Patron of the Church! You, who side by side with the Word made flesh, worked each day to earn your bread, drawing from Him the strength to live and to toil; you who experienced the anxiety for the morrow, the bitterness of poverty, the uncertainty of work: you who today give the shining example, humble in the eyes of men but most exalted in the sight of God: protect workers in their hard daily lives, defending them from discouragement, from negative revolt, and from pleasure-loving temptations; and keep peace in the world, that peace which alone can ensure the development of peoples Amen. Didoakan oleh Paus Fransiskus dalam Audiensi Umum di Aula Paus Paulus VI, Vatikan 12 Januari 2022 Paus Paulus VI Dikutip dari : https://www.catholicnewsagency.com/

Tujuan Hidup

J awab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." (Mrk 1:38) Renungan: Teman-teman yang baik. Menjadi seorang yang terkenal tentu sangat enak dan nyaman. Mengapa demikian? Karena ketika seseorang menjadi terkenal, itu sudah pasti menjanjikan begitu banyak kemudahan. Ia akan mendapat kesempatan untuk memperoleh begitu banyak kemudahan. Demikian juga dalam hal mengenai pendapatan. Itu tentu akan juta turut berkembang. Namun, apakah itu hal yang dikehendaki oleh Yesus? Yesus tidak menghendaki terkenal dalam hal keduaniawian. Yesus menginginkan bahwa semua orang mengenal Allah dan bertobat. Hal itu nampak pada kisah Injil hari ini. Di mana Yesus lebih memilih untuk memberitakan Injil ketimbang menyembuhkan mereka. Karena, Yesus memiliki misi bahwa kehadiran-Nya di dunia ini bukan untuk terkenal sebagai penyembuh. Namun, untuk membawa manusia kea rah keselamatan. Teman-t

Roh Jahat itu Menjauhkan Kita dari Tuhan

T etapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" (Mrk 1:25) Renungan: Teman-teman yang baik. Berbicara mengenai roh jahat. Mark E. Thibodeaux, SJ memahami roh jahat dalam bahasa Ignatian tidak hanya mengacu pada setan, tetapi termasuk juga trauma atas pengalaman pahit, beban psikologis, kelemahan emosional, dan lain-lain. Ketika kita berani melawan orang tua, bisa jadi kita digerakkan oleh setan atau oleh luka batin di masa kecil kita. Roh jahat adalah apa pun yang menarik seseorang untuk menjauh dari Tuhan dan dari rencana kasih Tuhan untuk dunia. Begitu juga dengan roh jahat dalam bahasa Ignatian tidak hanya mengacu pada Roh Kudus, tetapi termasuk juga hidup yang bahagia, pengalaman-pengalaman positif, kekuatan psikologis, dan hal baik lainnya (Mark E. Thibodeaux, SJ, God’s Voice Within, 12). [1] Hari ini setelah selesai mengajar, Yesus berhadapan dengan seorang yang kerasukan setan. Roh jahat itu berseru kepada Yesus, "Apa urusan-Mu dengan kami,

Mentahirkan yang Terkucilkan

P ada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." (Luk 5:12) Renungan: Teman-teman yang baik. Seperti apa penyakit kusta itu? Situsi alodokter.com menjelaskan Kusta atau lepra adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, serta saluran pernapasan. Kusta atau lepra dikenal juga dengan nama penyakit Hansen atau Morbus Hansen. [1] Lebih lanjut dijelaskan dalam situs tersebut bahwa kusta dapat menular jika seseorang terkena percikan droplet dari penderita kusta secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri penyebab lepra tidak dapat menular ke orang lain dengan mudah. Selain itu, bakteri ini juga membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh penderita. Seorang yang terkena kusta pada masa Yesus dikenal sebagai penyakit yang najis. Seseorang yang terkena pe

Tiga Gerak Compassion

T etapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" (Mrk 6:37) Renungan: Teman-teman yang baik, rasa belas kasih atau compassion adalah rasa yang dibutuhkan bagi semua orang. Dalam situs cmmbrothers.org dinyatakan bentuk dari belas kasih itu berwujud pada tiga kata kunci yakni melihat, tergerak dan bertindak. Ketika kita melihat ada yang membutuhkan bantuan. Maka, kita dapat tergerak untuk bertindak memberikan bantuan. Itulah belas kasih. Belas kasih ini terwujud dalam bacaan Injil hari ini. Di mana Yesus merasa kasihan terhadap sejumlah besar orang yang seperti tidak mempunyai gembala. Belas kasih-Nya diwujudkan dalam bentuk upaya memberikan mereka makan. Upaya ini sempat mendapat pertentangan dari murid-murid-Nya. Di mana mereka meminta untuk orang banyak tersebut untuk pergi. Itu pun ditentang oleh Yesus. Pada akhirnya, mereka pun berupaya untuk memberi

Biarlah Tuhan yang Bertindak - Santo Fulgensius

S ebagai seorang warga negara yang baik, Fulgensius rela mengabdikan dirinya bagi kepentingan bangsa dan tanah airnya. Ia menjadi seorang pengawal pemerintah di kota Kartago pada dinas perpajakan. Pekerjaan ini menjemukan dan kerap menimbulkan pergolakan batin yang luar biasa. Dalam keadaan ini, ketentraman batin merupakan suatu kebutuhan yang mendesak. Buku komentar Mazmur - mazmur dari St. Agustinus sungguh membantu Fulgensius dalam usanya memperoleh kedamaian batin. Buku komentar ini jugalah yang membimbing Fulgensius ke gerbang hidup membiara sebagai seorang rahib yang saleh dan setia. Kedamaian batinnya di dalam biara ini tiba - tiba digoncangkan oleh serangan kaum Arian. Seorang imam Arian menyuruh orang - orang Numidia menyiksa dan menyesah Fulgensius. Uskup Arius, yang kuatir akan pembalasan Fulgensius, mengusulkan agar imam itu juga disiksa. Tetapi Fulgensius, yang mengetahui rencana Uskup Arius itu, mengatakan: "Kita orang Kristen tidak boleh membalas dendam kepada siapa

Yang Dibutuhkan ialah Pertobatan

"T anah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,? bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." (Mat 4:15-16) Renungan: Untuk masuk ke dalam sebuah perkumpulan pada umumnya dibutuhkan syarat-syarat utama. Misalnya ketika kita ingin masuk ke dalam perkumpulan mobil. Maka yang dibutuhkan ialah terutama mobil itu sendiri. Syarat kedua ialah surat-surat yang menunjukkan bahwa kita sudah mendapatkan ijin mengemudi. Yang terakhir ialah dapat berkendara sebaik mungkin. Mengapa hal ini dibutuhkan? Karena untuk masuk ke dalam adalah kemampuan di dalamnya juga dapat dikembangkan. Kemampuan itu pun dibutuhkan untuk juga membawa nama baik dari perkumpulan tersebut. Setelah Yesus menerima kabar bahwa Yohanes ditangkap. Yesus menyingkir ke Galilea dan diam di Kapernaum. Di sinilah Yesus memulai pewartaan-Nya mengenai Kerajaan

Rasa Takut Kehilangan dan Kehendak Allah

"D i manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Mat 2:2) Renungan: Teman-teman sekalian. Berbicara mengenai ketakutan adalah rasa yang dialami oleh semua orang. Baik itu rasa takut pada gambaran yang mengerikan, kegagalan atau kehilangan. Kita akan mengalami ketakutan ketika kita melihat tayangan film horror. Kita pun juga akan merasa takut, ketika kita diajak untuk mewujudkan impian. Kita juga akan memiliki rasa takut akan kehilangan. Entah itu kehilangan orang yang kita cintai, mimpi, uang atau kekuasaan. Hari ini kita melihat bagaimana ketakutannya raja Herodes ketika mendengar bahwa ada seorang raja Yahudi yang baru dilahirkan. Herodes merasa takut kehilangan kekuasaannya. Apalagi ketika ia mendengar bahwa raja orang Yahudi itu lahir di teritorialnya. Oleh sebab itu ia berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan informasi mengenai raja itu. Namun, hal itu tidak diperolehnya karena p

Meneladani Kerendahan Hati Bunda Maria

T etapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Luk 2:19) Renungan: Teman-teman sekalian. Suatu sikap rendah hati adalah sikap di mana seseorang bersikap sopan, sederhana, tidak sombong, dan tidak meninggikan dirinya di hadapan orang lain. Seseorang dikatakan rendah hati jika ia mampu bersikap demikian. Di dalam bacaan Injil hari ini kita melihat sikap rendah hati dari Bunda Maria. Meski Bunda Maria memiliki seorang Anak yang kelak akan menjadi besar. Ia justru tidak sombong dan meninggikan dirinya. Ia justru menunjukkan sikap kerendahan hatinya. Ia menyambut para gembala. Ia pun tetap menjalankan tradisi bangsa Yahudi dan menyunatkan Yesus. Yang terakhir ialah, Bunda Maria tetap menggunakan nama yang disampaikan oleh malaikat yang pernah menjumpainya. Teman-teman yang terkasih. Kerendahan hati Bunda Maria adalah teladan bagi kita umat Kristiani. Karena dengan kerendahan hati-Nya kehendak Allah pun nyata di dalam dirinya. Kita juga perlu mengembangkan s